Hubungan perilaku ibu Balita dengan frekwensi penimbangan Balita ke Posyandu di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun 2003
RAZALI, Toto Castro, SKM.,M.Kes
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Partisipasi masyarakat ke posyandu dari tahun ke tahun menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Secara Nasional tingkat partisipasi masyarakat ke posyandu hanya mencapai 50,5% dan Cakupan penimbangan di Propinsi Riau tahun 2002 51,6%. Cakupan Partisipasi Masyarakat di posyandu Kabupaten Bengkalis pada tahun 2002 sebesar 33,1% dan berada pada posisi paling bawah di tingkat Propinsi. Faktor penyebab antara lain menurunnya kinerja posyandu dan kurang mendukungnya perilaku masyarakat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku ibu balita dengan frekwensi penimbangan balita ke posyandu. Rancangan penelitian: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dengan subyek penelitian ibu yang mempunyai balita umur 0-60 bulan sebanyak 360 responden di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Pengumpulan data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Pengolahan data dengan menggunakan program SPSS dan memakai uji statistik Korelasi product Moment (pearson), uji t-test dua sampel independent dan Anova satu jalur. Hasil: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu mempunyai hubungan yang signifikan dengan asosiasi sedang terhadap sikap r=0,622 dan p=0,00. Sementara pengetahuan maupun sikap ibu tidak mempunyai hubungan yang bermakna terhadap tindakan yaitu frekwensi penimbangan balita ke posyandu P>0,05. Umur ibu mempunyai hubungan sangat lemah dengan frekwensi penimbangan, sedangkan umur balita mempunyai hubungan yang sedang dengan frekwensi penimbangan ke posyandu. Kedua variabel umur menunjukkan semakin muda umur semakin tinggi frekwensi penimbangan ke posyandu. Faktor pendukung ibu ke posyandu sangat dipengaruhi oleh kelengkapan program posyandu, ketersediaan program tambahan dan jarak posyandu dengan tempat tinggal. Kesimpulan: pengetahuan ibu mempunyai hubungan yang sedang dengan sikap, sikap tidak mempunyai hubungan dengan frekwensi penimbangan balita ke posyandu. Faktor lain yang berhubungan dengan frekwensi penimbangan balita ke posyandu adalah Umur ibu dan balita, Kelengkapan program posyandu, ketersediaan program tambahan di posyandu dan jarak tempat tinggal dengan posyandu. Saran: Diperlukan dukungan semua pihak yang terlibat dengan posyandu secara terus menerus dan meningkatkan kegiatan K.I.E kepada masyarakat.
Background: Community participation in the integrated health service shows significant decrease from year to year. In the national level, the level of community’s participation in the integrated health service reached only 50.5%. The weighing coverage in Riau province in 2002 was 51.6% and it positioned Bengkalis regency as the lowest level, i.e. 33.1%. This was caused by some factors including the decrease of the integrated health service performance and less support from community’s attitude. Objectives: This study was aimed at finding out the relationship between the behavior of mothers with under five year old children and their frequency of visit to the integrated health service. Methods: This was an observational study with a cross-sectional design. The subjects were 360 mothers with children aged 0-60 months. The study was held in the regency of Bengkalis, Riau province. Data were gathered through questionnaires and in-depth interviews. Data were then analyzed using SPSS program and statistical test of Pearson Product Moment. Results: The result showed that there were significant relation between mother knowledge and attitude with r=0.622 and p=0.00. Meanwhile mothers knowledge and attitude did not have relation to weighing frequency of children under five year old in the integrated health service P>0.05. Mother and children under five year old have significant relation with weighing frequency moderately. Both age variables showed that younger children will have higher weighing frequency in the integrated health service. Factors in supporting mothers to visit the integrated health service were the provision of fasilities, availability of additional programs and the distance of the integrated health services to the residential houses. Conclusion: There was relationship between mothers’ knowledge and attitude, but attitude did not have relationship with weighing frequency of children. Other factors that have relation with weighing frequency of children under five year old to integrated health service were the age of the mother and the children, the equipment of integrated health service program, availability of additional program and the distance of the integrated health service to the residential house. Suggestion: Continued supports from sides that related with integrated health service and improving KIE to the community were needed.
Kata Kunci : Gizi Balita, Perilaku Ibu, Penimbangan Posyandu, behavior of mothers with under-five-year-old children, frequency, weighing, integrated health service.