Pengetahuan Program, Konsumerisme dan Pengelolaan Penggunaan Dana Program Beasiswa Pemerintah: Studi tentang Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada
ARIS ASHYVA PUTRIANNA, Drs. Mulyadi, MPP. Ph.D
2024 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K)
menjadi bentuk pendayagunaan pemerintah yang dibuat dengan tujuan merespon isu
pendidikan. KIP-K diberikan kepada mahasiswa kurang mampu agar mendapatkan
akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi dengan memberikan bantuan
biaya pendidikan dan biaya hidup. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas
Gadjah Mada menjadi salah satu wadah yang menerima mahasiswa dengan program
tersebut. Meskipun begitu, adanya program KIP-K menimbulkan banyak polemik di
kalangan mahasiswa. Salah satunya masalah dana bantuan yang diberikan telah
habis sebelum waktunya. Hal ini menandakan adanya ketidaksesuaian dalam
pengelolaan dana yang dilakukan. Pengelolaan dana tersebut dapat dipengaruhi
oleh pengetahuan program dan konsumerisme. Hal tersebut menjadi permasalahan
yang banyak dialami oleh mahasiswa penerima KIP-K.
Penelitian ini menggunakan konsep pengelolaan
dana, pengetahuan program, dan konsumerisme. Selain itu, studi ini juga
menggunakan konsep kebijakan sosial untuk menganalisis program KIP-K. Penelitian
ini dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah
Mada. Data primer diambil dari wawancara kepada 12 informan utama dan 1
informan pendukung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang dipakai adalah
dengan mereduksi, menyajikan, menganalisis, dan memverifikasi data. Dalam
penelitian ini menggunakan triangulasi untuk uji keabsahan data.
Penelitian ini berargumen bahwa mahasiswa penerima KIP-K yang tepat sasaran memiliki pengelolaan dana yang baik dikarenakan pengalaman yang dimiliki melalui pengetahuan program dan konsumerisme. Peran pengetahuan program pada pengelolaan dana yakni membantu menentukan skala prioritas dalam merencanakan pembelian dan mengelola dana bantuan. Peran konsumerisme pada pengelolaan dana yakni penguatan kontrol diri akan risiko yang ditimbulkan melalui pengalaman konsumerisme. Dana yang diberikan habis sebelum waktunya dikarenakan banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi dan kecilnya nominal bantuan yang didapat.
Kata kunci: KIP-K,
pengelolaan dana, pengetahuan program, konsumerisme.
Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) program is a form of government
empowerment utilization created with the aim of responding to education issues. KIP-K is given to underprivileged students in order to gain
access and opportunities to study in higher education by providing tuition
assistance and living expenses. The
Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada, serves as
one of the platforms accepting students under this program. However, the
implementation of the KIP-K program has sparked various controversies among
students. One of the issues is aid funds provided that have run out
prematurely. This indicates that there is a discrepancy in the management of
funds. The management of these funds can be influenced by program knowledge and
consumerism. This is a problem that many KIP-K recipient students experience.
This research uses
concepts of fund management, program knowledge, and consumerism. In addition,
this research also uses the concept of social policy to analyze the KIP-K
program. This research was conducted at the Faculty of Social and Political
Sciences, Universitas Gadjah Mada. Primary data was collected from interviews
with 12 main informants and 1 supporting informant. Data collection techniques
in this study used interviews, observation, and documentation. The analysis
technique used is to reduce, present, analyze, and verify the data. This
research uses triangulation to test the validity of the data.
The research
argues that KIP-K recipient students who are right on target have good fund
management due to the experience they have through program knowledge and
consumerism. The implication of program knowledge on fund management is that it
helps determine the priority scale in planning purchases and managing aid
funds. The implication of consumerism on fund management is strengthening
self-control of the risks incurred through the experience of consumerism. The
funds provided run out prematurely due to the many needs that must be met and
the small amount of assistance received.
Keywords: KIP-K, fund management, program knowledge,
consumerism.
Kata Kunci : KIP-K, pengelolaan dana, pengetahuan program, konsumerisme.