Laporkan Masalah

NILAI KEPERCAYAAN TRANSENDENTAL MONIBI MEMBENTUK POLA SPASIAL PERMUKIMAN DI KOTA KOTAMOBAGU

Sitti nur afni ointu, Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng., Ph.D., IPU

2024 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Manusia memiliki kecenderuangan menterjemahkan pandangan hidup mereka ke dalam aktivitas sehari-hari termasuk juga atas kehendak pemilihan bentuk dan konsep dari permukiman yang mereka tempati. Hal tersebut dapat ditemui dengan mudah di Indonesia yang memiliki keragaman budaya termasuk salah-satunya pada Suku Bolaang Mongondow yang berkedudukan di Kota Kotamobagu, Propinsi Sulawesi Utara. Suku Bolaang Mongondow memiliki fenomena tradisi bermukim yang unik karena secara eksisting dapat dilihat keseragaman serta konsistensi ruang untuk fungsi pemerintahan, sekolah, masjid dan lapangan dalam satu kawasan yang terletak di pusat-pusat permukiman. Homogenitas fungsi ruang pada pusat-pusat permukiman diikuti dengan keberagaman letak spasial dari masing-masing fungsi ruang tersebut. Keunikan ini berada dan tersebar di 16 desa/kelurahan yang ada di Kota Kotamobagu. 

Urgensi penelitian ini mengarah pada pengungkapan nilai yang mendasari keunikan fenomena permukiman di Kota Kotamobagu, dimana masih terdapat keterbatasan pengetahuan teoritis mengenai pengaruh nilai kepercayaan dari suatu suku terhadap pembentukan ruang permukiman. Atas dasar itu, Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai yang mendasari keberadaan pola pusat permukiman suku Bolaang Mongondow di Kota Kotamobagu. Peneliti menggunakan fenomenologi sebagai pendekatan penelitian dengan proses pengumpulan data bersifat eksploratif ekspansionis. Data yang dikumpulkan terbagi menjadi dua yaitu data primer menggunakan teknik observasi, wawancara yang mendalam dan dokumentasi serta data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan dan literasi.

Temuan penelitian ini adalah ruang-ruang yang terpusat pada titik sentral ditiap permukiman yang ada pada lokasi penelitian dilihat mengandung dan dipengaruhi oleh nilai kepercayaan di dalam pandangan suku Bolaang Mongondow. Kepercayaan monibi sebagai kesadaran transendental yang membentuk pola spasial pusat permukiman di Kota Kotamobagu, dan memuat lapis-lapis konsep sebagai berikut: 1) Kepercayaan Monibi menciptakan struktur dasar tata ruang pusat permukiman; 2) Dominasi budaya suku Bolaang Mongondow membentuk identitas ruang permukiman; 3) Konsensus perjanjian paloko bo kinalang menjadi legitimasi kebertahanan ruang permukiman; dan 4) Pergeseran kepercayaan monibi menjadi islam mempengaruhi arah pemanfaatan ruang. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memperkuat jati diri Kota Kotamobagu sebagai kota yang berkembang dari dalam, dan meningkatkan rasa place attachment atau kepemilikan dan kemelekatan masyarakatnya atas kotanya.

Human are tent to interpret their view of life into daily activity including the will to choose the form and concept of the settlement they want to live in. This can be easily found in Indonesia, which has a diversity of cultures, among them is Bolaang Mongondow Tribe, which is located in Kotamobagu City, North Sulawesi Province. The Bolaang Mongondow tribe has a unique phenomenon of settlement tradition because of the existing space for government functions, schools, mosques and fields can be seen uniformity and consistency in one area located in settlement centers. The homogeneity of spatial functions in settlement centers is followed by the diversity of the spatial location of each of these spatial functions. This uniqueness is located and spread across 16 villages in Kotamobagu City. 

The urgency of this research leads to the disclosure of the value underlying the uniqueness of the settlement phenomenon in Kotamobagu City, where there is still limited by the theoretical knowledge about the influence of the belief value of a tribe on the formation of settlement space. On that basis, this research aims to find the value underlying the existence of the settlement center pattern of the Bolaang Mongondow tribe in Kotamobagu City. The researcher used phenomenology as a research approach with an expansionist exploratory data collection process. The data collected is divided into two techniques, namely primary data using observation techniques, in-depth interviews and documentation and secondary data obtained from literature and literacy studies.

The findings of this research are that the spaces centered on the central point in each settlement in the research location have seen contained and be influenced by the value of belief in the view of the Bolaang Mongondow tribe. Monibi belief as a transcendental awareness that shapes the spatial pattern of settlement centers in Kotamobagu City, and contains layers of concepts which consist of: 1) Monibi belief creates the basic structure of the spatial layout of the settlement center; 2) The dominance of Bolaang Mongondow tribal culture shapes the identity of the settlement space; 3) The consensus of the paloko bo kinalang agreement legitimizes the survival of the settlement space; and 4) The shift of monibi belief to Islam influences the direction of spatial utilization. This research is expected to strengthen the identity of Kotamobagu City as a city that develops from within, and increase the sense of place attachment or ownership and attachment of its people to the city.

Kata Kunci : Pola Pusat Permukiman, Tata Ruang, Kepecayaan Monibi, Suku Bolaang Mongondow, Kotamobagu

  1. S2-2024-502130-abstract.pdf  
  2. S2-2024-502130-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-502130-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-502130-title.pdf