Laporkan Masalah

PEMBUATAN DAN PEMANFAATAN ARANG AKTIF DARI TEMPURUNG BIJI JARAK PAGAR (Jatropha curcas LINN) UNTUK·PENINGKATAN KUALITAS AIR SUMUR

DEWI ALIMAH , Dr. Ir. J.P. Gentur Sutapa, M. Sc.

2008 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Penelitian ini bertujuan untuk mencari altematif pemanfaatan tempurung biji jarak pagar (Jaropha curcas Linn) dari limbah pengolahan minyakjarak pagar menjadi arang aktif yang dapat memberikan nilai tambah dan mengetahui pengaruh interaksi antara suhu aktivasi dan lama waktu aktivasi terhadap rendemen dan kualitas arang aktif yang dihasilkan. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui kemungkinan penggunaan salah satu arang aktif terbaik basil penelitian untuk peningkatan kualitas air sumur. Proses penelitian ini dilakukan dengan pembuatan arang dari tempurung biji jarak pagar pada suhu 500°C selama 3 jam. Kemudian arang tersebut diaktivasi pada suhu 800°C dan 900°C dengan lama waktu aktivasi O menit, 30 menit, 60 menit, dan 90 menit. Parameter yang diuji adalah rendemen, kadar air, kadar zat mudah menguap, kadar abu, kadar karbon terikat, daya serap terhadap benzena, daya serap terhadap iodium, daya serap terhadap metilen biru, dan peningkatan k:ualitas air sumur menggunakan arang aktif. Nilai rata-rata dianalisis dengan analisis varians dan apabila berbeda nyata, diuji lanjut dengan uji HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang aktif yang dihasilkan memiliki rendemen berk:isar antara 86,857 -96,089%; kadar air 5,206 -11,039%; kadar zat mudah menguap 11,057 -27,377%; kadar abu 15,868 -21,141%; kadar karbon terikat 56,755 -68,779%; daya serap terhadap benzena 2,259 -7,351%; daya serap terhadap iodium 1.142,10 -1.586,25 mg/g; dan daya serap terhadap metilen biru 122,378 -128,673 mg/g. Dari penelitian ini diketahui bahwa kondisi optimum untuk membuat arang aktif dari tempurung biji jarak pagar dengan kualitas terbaik dihasilkan dari arang yang diaktivasi pada suhu 900°C dengan lama waktu aktivasi 60 menit. Aplikasi arang aktif kualitas terbaik untuk peningkatan k:ualitas air dari Desa Kranggan, Kecamatan Kulon Progo menghasilkan penurunan kekeruhan sebesar 79 ,41 %; warna 92,86%; kadar besi 97,43%; kadar mangan 95,55%. Efek dari penggunaannya adalah derajat keasaman (pH) air mengalami peningkatan sebesar 3,85% terhadap nilai pH air sebelum perlakuan.

This experiment aimed to look for an appropriate alternative utilization of jatropha seed shell (Jatropha curcas Linn) from wastes of jatropha oil manufacturing into useful products with economical added values and to investigate the influence of interaction between activation temperatures and activation times on the quality and yield of adtivated charcoal from jatropha seed shell. Besides, this experiment also to look for probability to use one of the highest quality of activated charcoal for increasing of ground water quality. In the first stage, the seed shell were carbonized into charcoal at 500°C for 3 hours. The charcoal was activated at 2 levels of temperatures, i.e ; 800°C dan 900°C and activation times of 0 minute, 30 minute, 60 minute, and 90 minute. The resulting activated charcoal was examined of its characteristics parameters, comprising its yield, moisture content, volatile matter content, ash content, fixed carbon, benzene adsorption, iodium adsorption, and methylene blue adsorption. Besides, some amount of the activated charcoal was used for increasing of ground water quality. The avarage value was analyze by ANOVA and if it significant, continued by HSD test. The result of this experiment showed that yield of activated charcoal range from 86.857 - 96.086%; moisture content 5.206 - 11.039%; volatile matter content 11.057 -27.377%; ash content 15.868 - 21.141%; fixed carbon 56.755 - 68.779%; benzene adsorption 2.259 - 7.351%; iodium adsorption 1,142.10 -1,586.25 mg/g; and methylene blue adsorption 122,378 - 128,673 mg/g. From this experiment is known that the optimum condition for producing the best quality of activated charcoal was obtained from sample using temperature of 900°C and activation time of 60 minute. The application of the best quality of activated charcoal for increasing of ground water quality from Kranggan Village, Kulon Progo Regency are reducing of turbidity 79.41%, colour 92.86%, iron content 97.43%, manganese content 95.55%. The effect of application of charcoal on the water quality is increasing the potenz hydrogen (pH) 3.85% of pH before treatment.

Kata Kunci : Arang aktif, Jatroplta curcas Linn, kualitas air sumur

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf