Strategi pengembangan unit rawat inap Rumah Sakit Umum Kasih Ibu Surakarta
MANUEKE, Hendrik Daniel, Dr.dr. Boy S. Sabarguna, MARS
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Rumah Sakit Umum Kasih Ibu (RSUKI) Surakarta adalah milik Yayasan Kasih Ibu Surakarta yang pada awalnya sebagai Rumah Bersalin, berdiri pada tanggal 2 Februari 1981, dengan kapasitas 60 tempat tidur, kemudian pada tahun 1984 berkembang menjadi RSU dengan kapasitas 90 tempat tidur, tahun 1990 berkembang menjadi RSU tipe C dengan bangunan baru berlantai lima, tanggal 2 februari 1991 gedung baru ini diresmikan oleh Bapak Gubernur Jawa Tengah. Pada tanggal 2 juli 1998 lulus akredtitasi penuh Rumah Sakit sesuai dengan surat keputusan Menteri Kesehatan RI no YM. 00.03.3.5.8098, alasan meneliti unit rawat inap ini adalah Bed Occupancy Rate (BOR ) Super VIP + VIP + Kelas I belum tinggi rata-rata 55,82%, dokter spesialis masih kurang dan BOR secara keseluruhan belum normal. Penelitian ini bertujuan menganalisis posisi rawat inap RSUKI berdasarkan cara SWOT dan mengkaji strategi pengembangan rawat inap. Metode: Analisis SWOT digunakan untuk menentukan posisi rawat inap RSUKI dalam diagram cartesius yang sesuai dengan lingkungan internal dan eksternal, di lanjutkan dengan wawancara mendalam untuk menentukan strategi yang sesuai program pengembangan rawat inap. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian non eksperimental menggunakan pendekatan studi kasus, dengan besar sampel 13 responden yaitu kelompok yayasan 2 orang, direksi 2 orang, dokter spesialis 2 orang, pengunjung / mantan pasien 7 orang terdiri dari pengusaha 1 orang, wiraswasta 1 orang, pegawai swasta 1 orang, PNS 1 orang, buruh 2 orang, pengunjung 1 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan sampel porposive sampling untuk wawancara. Data yang digunakan adalah data primer pertama, primer kedua yang langsung diambil dari subjek penelitian dan diperkuat dengan data sekunder. Hasil: Rawat inap RSUKI menempati posisi kuadran I dalam diagram cartesius yaitu strategi SO atau Agresif strategy yaitu pertahankan dan tingkatkan kualitas pelayanan, pengembangan pasar, pengembangan produk; meningkatkan dan menjaga pelayanan kesehatan yang bermutu kepada konsumen, perlu SDM yang berkualitas, standar pelayanan, team work, sarana medis yang canggih; rangking pengembangan rawat inap yang sesuai startegi; fasilitas alat kesehatan jangan ketinggalan, secepatnya peremajaan mengikuti tehnologi kedokteran, penyiapan fasilitas medis ini untuk menyediakan pelayanan kesehatan bermutu tinggi kepada masyarakat. Kesimpulan: Rawat inap RSUKI berada pada posisi kuadran 1 Agresif strategy yaitu pertahankan dan tingkatkan kualitas pelayanan pengembangan pasar dan pengembangan produk
Background: the Public Hospital of Kasih Ibu (RSUKI) of Surakarta is owned by Kasih Ibu foundation located in Surakarta, was firstly as the Parturition Hospital, established in February 2nd, 1981, the Hospital pointed as 60 beds, then in 1984 has developed being the Public Hospital (RSU) with the capacity as 90 beds. In 1990 has developed as the Type C Public Hospital with the five floors new building. The new building was opened by Central Javanese Governor at February 2nd 1991. In July 2nd 1998 this hospital has achieve the full accreditation as the Public Hospital based on the letter of Minister of Health Republic Indonesia No. YM. 00.03.3.5.8098. the research reason is the Bed Occupancy Rate (BOR) of Super VIP + VIP + Class I remains in lower rate as 55.82% in average, behind the minimal number of special doctor and the globally BOR was not normal yet. This research is aimed to identify the development strategies of in-patient ward of RSUKI. Methods: SWOT analysis is used to determine about the position of in-patient in the cartesius diagram appropriate with internal and external environment, then continued with intensive interview to decide about the appropriate strategy with in-patient development program. This was the qualitative research, non experimental research design used in this research was case study approach, with the number of sample as 13 respondents, they were 2 persons from institution group, 2 persons of direction, 2 persons of specialist doctors, 7 persons of visitors or ex in-patients includes 1 businesspersons, a private businessman, 1 private officer, 1 civil officer, 2 persons of employers, and 1 person of visitor. Sampling technique used in this research was purposive sampling for interview. Data were used as a primary data, then secondary data were collected from the hospital and analyzed accordingly to the previous ones. Results: In-patient ward of RSUKI has positioned on quadrant 1, that is SO strategy or aggressive strategy that is, defect and increase the service quality, market development, products development, increase and keeps the quality health services to the customers, needs the high quality of Human Resources, service standard, team work, medical instruments, and prompt change to the technology and medicine world advantages, and high quality services available to the society. Conclusion: In-patient ward of RSUKI positioned on quadrant 1 strategy with the aggressive growth that is, defense and increasing the service level and market development, and products development.
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Strategi Pengembangan,Unit Rawat Inap