Efek Kombinasi Ampisilina dan Kloksasilina Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus B-haemoliticus, Secara In Vitro
Ani Nursanti, Ani Nursanti
1991 | Skripsi | S1 FARMASITelah dilakukan penelitian tentang efek kombinasi ampisilina dan kloksasilina terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus B-haemoliticus,Staphylococcus aureus dan untuk secara in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan efek kombinasi ampisilina dan kloksasilina dengan efek ampisilina serta kloksasilina bentuk tunggal, terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus B-haemoliticus. Penelitian dilakukan dengan metode dilusi dan difusi (cara sumuran). Pada metode dilusi ditentukan konsentrasi hambat minimal (KHM) dan konsentrasi bakterisidal minimal (KBM) dari ampisilina, kloksasilina, dan ampiclox, efek bila harga KHM dan KBM makin antibiotika makin besar rendah. Dari metode difusi diperoleh hasil diameter hambatan yaitu daerah di sekitar sumuran di mana sama sekali tidak terlihat adanya pertumbuhan bakteri, makin besar diameter daerah hambatannya makin besar pula efek antibiotika. Perbedaan diameter daerah hambatan dari ampisilina, kloksasilina dan ampisilina dianalisis statistik dengan analisis variansi dua jalan dilanjutkan dengan uji Tukey, dengan taraf kepercayaan 95%. Metode dilusi memberikan hasil, KHM dan KBM ampisil1na terhadap Staphylococcus aureus 1000 ?g/ml, untuk kloksasilina sebesar 250 ?g/ml dan 7,8125 ?g/ml dan 15,625 ?g/ml, serta ampiclox 31,25 ?g/ml dan 125 ?g/ml. Sedangkan terhadap Streptococcus B-haemoliticus, ampisilin mempunyai KHM dan KBM 500 ?g/ml, masing-masing 250 ?g/ml dan kloksasilina sebesar 1000 ?g/ml dan 4000 ?g/ml dan untuk ampiclox 500 ?g/ml dan 2000 ?g/ml. Hasil penelitian dari metode difusi, terhadap Staphylococcus aureus besarnya diameter daerah hambatan berturut-turut dari yang terbesar yaitu diameter daerah hambatan dari kloksasilina, diikuti ampiclox lalu ampisilina. Terhadap Streptococcus B-haemoliticus, besarnya diameter daerah hambatan berturut-turut dari yang paling besar yaitu diameter daerah hambatan dari ampisilina, ampiclox kemudian ampisilina. Dari hasil penelitian dengan metode dilusi maupun difusi dapat disimpulkan bahwa kombinasi ampisilina dan kloksasilina kurang efektif terhadap Staphylococcus aureus dan Streptococcus B-haemoliticus.
Kata Kunci : Ampisilin, Koksasilina, Streptococcus B-haemoliticus, Staphylococcus aureus,