Laporkan Masalah

Kemauan dan kemampuan membayar tabungan ibu bersalin (Tabulin) di Kota Bengkulu

DARWIS, Prof.dr. Ali Ghufron Mukti, MSc.,Ph.D

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Angka kematian ibu (AKI) atau maternal mortality rate (MMR) di Indonesia masih tinggi. Tahun 1995 (440/100.000) kelahiran hidup. Pada tahun 1999 masih (410/100.000). Salah satu penyebabnya adalah mahalnya biaya pelayanan kesehatan, termasuk biaya perawatan kebidanan, sehingga masyarakat kurang mampu membayar biaya tersebut. Tabungan ibu bersalin (tabulin) merupakan salah satu solusi mengatasi kesulitan biaya pelayanan kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kemauan dan kemampuan membayar tabulin di Kota Bengkulu. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan analitik dengan rancangan cross-sectional. unit analisis penelitian ini adalah keluarga dengan ibu hamil di Kota Bengkulu sebanyak 360 responden yang dicuplik dengan teknik cluster random sampling. Hasil Penelitian: Kemauan dan kemampuan membayar tabulin masyarakat di Kota Bengkulu berkisar Rp 50.000-Rp 120.000,- dan Rp 105.000–Rp 200.000,- per bulan. Keluarga ibu hamil di Kota mayoritas mempunyai kesadaran menabung untuk biaya persalinan. Masyarakat di Kota ini mayoritas memilih bidan sebagai penolong persalinan, sedangkan tempat persalinan mereka lebih banyak memilih bersalin di rumah. Biaya untuk persalinan berkisar antara Rp 300.000-Rp 500.000,- sejumlah uang tersebut mereka siapkan dengan cara menabung di bank selama enam bulan. Temuan lain dalam penlitian ini adalah: 1. Faktor sosiodemografi berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan membayar tabulin. Faktor sosiodemografi tersebut adalah variabel pendapatan keluarga, pendidikan suami dan jumlah anak. 2. Faktor internal dan faktor eksternal berpengaruh secara signifikan terhadap kemauan membayar tabulin. Faktor tersebut adalah variabel Antenatal care, rencana penolong persalinan, persepsi terhadap biaya persalinan dan rencana biaya persalinan. 3. Terdapat korelasi yang signifikan antara kemampuan dan kemauan membayar tabulin (r=0,272). Kesimpulan: Faktor sosiodemografi berpengaruh terhadap kemampuan membayar tabulin. Kemampuan membayar tabulin tersebut berkisar antara Rp105.000–Rp200.000 per bulan. Faktor internal dan faktor eksternal juga berpengaruh terhadap kemauan membayar tabulin. Kisaran kemauan tersebut antara Rp.50.000-Rp.120.000 per bulan. Kemampuan dan kemauan membayar tabulin berhubungan secara signifikan.

Background: Maternal mortality rate (MMR) in Indonesia is still high. In 1995, MMR is 440/100,000 and slightly lower (410/100,000) in 1999. One of the main causes of this high MMR is due to expensive health costs, resulting in weak ability of the society to pay ante, intra and post natal care expenses. The Indonesian government through Health department then introduced Tabulin program, a program in which the societies voluntarily deposit their own money as a preparation to pay expensive health cares. This research aims to obtain general pictures about the ability and willingness of the society to pay for Tabulin program in Bengkulu town. Methods: This research is descriptive in nature. The study also uses a multiple regression as a statistical tool to analyze data with cross sectional study. The target population of this research are the family with the pregnant mother in Town Bengkulu. By using cluster sampling method, 360 data of respondents were collected. Result: The monthly willingness of the society to pay in Bengkulu town ranges from Rp50,000 to Rp120,000 per month, while the saving ability ranges from Rp105,000 to Rp200,000 per month. Majority of Bengkulu societies choose a midwife practice as the first person to help delivery process, with expense of ranging from Rp300,000-Rp500,000. In addition to the above findings, this study found three important results: 1. Sociodemography factors significantly influence the ability to pay for Tabulin. Those factors are the education level of husbands, family income and size. 2. The internal and external factors also significantly affect willingness to pay for Tabulin. Those factors are ante natal care, the kinds of persons who will help the delivery process (such as midwifes and phycians), perception on costs of delivery, and the amount of delivery costs, 3. The ability to pay and willingness to pay significantly correlate (r=0,272). Conclusion: The factors of sociodemography significantly affect the ability of the society in Bengkulu town to pay for Tabulin. The saving ability ranges from Rp105,000 to Rp200,000 per month. The factors of internal and external also significantly influence willingness to pay for Tabulin. The monthly willingness ranges from Rp50,000 to Rp120,000 per month. The ability to pay and willingness to pay significantly correlate.

Kata Kunci : Asuransi Kesehatan,Tabungan Ibu Bersalin,Kemauan dan kemampuan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.