Pengaruh Infus Sawi Tanah (Natsurium indicum, DC) Terhadap Daya Larut Batu Ginjal Kalsium Secara In-Vitro
Siti Kriswantari, Dr. Ediati S, Apt
1991 | Skripsi | S1 FARMASITelah dilakukan penelitian tentang daya larut kalsium batu ginjal dalam infus daun Nasturtium indicum, DC secara in-vitro dan hubungan antara kadar kalium dari infus dengan daya larut kalsium batu ginjal. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi penyakit batu ginjal. Dengan kemajuan dibidang kedokteran dan teknologi, penyakit batu ginjal dapat diatasi dengan menggunakan gelombang kejut, akan tetapi pengobatan dengan cara ini memerlukan biaya yang tidak sedikit, oleh karena itulah untuk mengurangi biaya pengobatan masyarakat kita lebih cenderung untuk menggunakan dengan cara tradisional diantaranya dengan menggunakan infus daun sawi tanah Tujuan dari penelitian ini adalah mencari konsentrasi infus daun Nasturtium indicum, DC yang maksimum dapat melarutkan kalsium dari batu ginjal dan hubungan antara kadar kalium infus dengan kelarutan kalsium batu ginjal. Komposisi batu ginjal dapat diketahui dengan melakukan penelitian secara kwalitatif batu ginjal menggunakan spektrofotometer infra merah, kemudian spektrogramnya dibandingkan dengan spektrogram standart dari Analyse desla Calculs per Spectrophotometrie Infrarouge et Limites de La Methode. Penelitian dilakukan dengan menimbang batu ginjal 100 mg, direndam dalan infus 0,5%; 1%; 2,5%; 5%; 7,5; 10% sebanyak 10.0 ml. Dan kalsium yang larut ditetapkan kadarnya dengan spektrofotometer serapan aton pada Panjang gelombang 422,7 nm, sedangkan kadar kalium infus ditetapkan kadarnya pada panjang gelombang 766,5 nm. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: infus 0,5% dapat melarutkan kalsium dari batu ginjal sebesar 3085,90 783,68 ppm; infus 1% sebesar 3424,81 ± 365,68 ppm ; infus 2,5% sebesar 2913,63 494,68 ppm; infus 5% sebesar 2838,54 300,99 ppm; infus 7,5% sebesar 3012,69 ± 193,54 Ppm ; infus 10% sebesar 3099,61 378,80 ppm. Sedangkan kalium dari infus adalah sebagai berikut: infus 0,5% kadar kaliumnya sebesar 130,58 ± 11,65 Ppm ; infus 1% sebesar 159,8856,75 ppm; infus 2,5% sebesar 388,70 ± 39,16 ppm; infus 5% sebesar 675,88 23,88 ppm ; infus 7,5% sebesar 847,50 20,18 ppm; infus 10% sebesar 1201,17 16,79 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang linier antara kadar kalium infus dengan kelarutan kalsium batu ginjal. Infus sawi tanah ( Nasturtium indicum, DC) dapat melarutkan kalsium batu ginjal. Infus dengan konsentrasi 0,5% samnpai dengan 10% dapat melarutkan kalsium batu ginjal dengan hasil yang tidak berbeda nyata. Jadi konsentrasi infus yang maksimum nelarutkan kalsium batu ginjal belum dapat ditentukan.
Kata Kunci : Batu ginjal, Daya larut, Infus, Invitro, Sawi tanah