PEMAPANAN DAN EVALUASI.AWAL UJI KETURUNAN MERBAU (lntsia bijuga (Colebr) 0. Kuntze ) ASAL MALUKU SAMPAI UMUR 6 BULAN DI WANAGAMA GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA
Bagus Pramudityo, Dr. Sapto lndrioko, S. Hut., M. P.
2008 | Skripsi | S1 KEHUTANANMerbau merupakan jenis pohon unggulan yang penting dalam perdagangan kayu. Kegiatan pemuliaan perlu dilakukan dengan tujuan meningkatkan kualitas kayu jenis ini. Uji keturunan merupakan salah satu metode pemuliaan untuk mendapatkan benih yang bergenetik unggul. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan hidup tanaman, variasi genetik karakter pertumbuhan, dan nilai korelasi genetik antar karakter tanaman. Lokasi pertanaman uji keturunan merbau ini terletak di Petak 18 Hutan Pendidikan Wanagama Gunung Kidul Yogyakarta. Bahan yang digunakan berupa benih hasil eksplorasi dari pohon-pohon induk asal Maluku. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Berblok atau Randomized Completely Block Design (RCBD) dengan 24 famili sebagai perlakuan, 5 blok sebagai ulangan dan tiap plot terdiri dari 4 treeplot. Jarak tanamnya ialah 3x3 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan hidup tanaman sangat baik ditunjukkan dengan persen hidup yang cukup tinggi yaitu 92,08 %. Terdapat variasi genetik yang signifikan untuk pertambahan tinggi tanaman, namun belum menunjukkan variasi genetik untuk pertambahan diameter. Taksiran nilai heritabilitas ialah 0,67. Famili-famili dengan pertumbuhan tinggi terbaik adalah nomor 338, 335, 342, 339, dan 350, sedangkan untuk pertambahan diameter terbaik adalah nomor 342, 349, 350, 340, dan 338. Korelasi genetik antara pertumbuhan tinggi tanaman dan diameter batang adalah 0,38.
Merbau is one of high quality tree species which has an important role in timber trade. Therefore, it is essential to improve the wood quality. Progeny test is an alternative of tree improvement method in order to obtain genetically qualified seeds. The aims of this study were to investigate the adaptability, genetic variation of growth character, and genetic correlation among tested plants. The location of this progeny test is at compartment 18 of Wanagama research forest area located in Gunungk.idul District, Y ogyakarta. Seed materials have been collected from Maluku. The design was randomized complete block design (RCBD) with 24 tested families. Each seedlot consisted of 4 treeplots, with 5 blocks as replication. The spacing was 3x3 m. The planting activity was carried out in December 2006 and the observation was done periodically until August 2007. The result indicated that merbau has very good adaptability, showed by high percentage of plant survival (92.08 %). There was significant variation found on plant height but no variation found on stem diameter. The prediction of heritability for height growth was 0.67. The best five families showed greatest growth of height were number 338, 335, 342, 339, and 350. Five families indicated greatest growth of stem diameter were number 342, 349, 350, 340, and 338. The genetic correlation (rG) between plant height and stem diameter was 0.34.
Kata Kunci : Merbau, uji keturunan, heritabilitas, korelasi genetik