Laporkan Masalah

Penetapan Kadar Oksitetrasiklin HCl Secara Spektrofotometri Derivatif

Erna Purwani Svathaningtyas, Dr. Ibnu Gholib Gandjar, Apt.

1991 | Skripsi | S1 FARMASI

Penetapan kadar oksitetrasiklin HCl dalam sediaan obat dapat dilakukan secara spektrofotometri derivatif, karena oksitetrasiklin HC1 mempunyai spektra serapan derivat pertama yang spesifik pada panjang gelombang 250 440 nm. Telah dilakukan penelitian analisis kuantitatif oksitetrasiklin HC1 secara spektrofotometri derivatif. Analisis dilakukan dengan pengukuran serapan derivat pertama oksitetasiklin HCl dalam air pada panjang gelombang maksimum 376,4 nm ; dengan delta panjang gelombang 2 nm dan kecepatan 120 nm/min. Kurva baku yang dihasilkan pada keadaaan tersebut adalah Y = 0,968 X-0,003 dengan r = 0,9999. Spektrofotometri derivatif diterapkan analisis oksitetrasiklin HCl yang dicampur bahan pengisi dengan hasil sebagai berikut: campuran dengan amilum, diperoleh (99,30±0,99) %, dengan laktosa ( 100,34 ± 0,46%), dan dengan talk (99,65 ± 1,04 ) %. Dilihat dari hasil tes deviasi normal dan koefisien variasi, dapat disimpulkan bahwa metode spektrofotometri derivatif mempunyai ketelitian dan ketepatan yang baik. Selain itu dilakukan penetapan kadar sediaan farmasi yang mengandung oksitetrasiklin HC1, yang berada di pasaran. Perolehan kembali terhadap kadar yang tertera pada etiket adalah sebagai berikut: tablet A, diperoleh (98,13±1,28) %, kapsul B (99,76 ±1,76) %, injeksi C (100,10±2,22 ) %, dan salep mata D (97,331,40 %).

Kata Kunci : Hcl, Oksitetrasiklin, Spektrofotometri

  1. S1-FAR-1991-ErnaPurwaniSvathaningtyas-abstract.pdf  
  2. S1-FAR-1991-ErnaPurwaniSvathaningtyas-bibliography.pdf  
  3. S1-FAR-1991-ErnaPurwaniSvathaningtyas-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FAR-1991-ErnaPurwaniSvathaningtyas-tittle.pdf