Ekspresi Gen VP1 Food and Mouth Disease Virus Menggunakan pEGFP-C1 pada Sel HeLa dengan Sistem Penghantaran Fosfolipid
Christo Alvido Latuny, Dr. Asmarani Kusumawati, M.P.; Dr. Rony Marsyal Kunda, M.Sc.
2024 | Tesis | S2 Bioteknologi
Penyakit
mulut dan kuku (PMK) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus PMK dan
menginfeksi hewan berkuku belah. Hingga saat ini, pengobatan yang digunakan adalah vaksin inaktif yang
menggunakan virus asli. Risiko kurang maksimalnya vaksin inaktif menjadikan
vaksin DNA rekombinan sebagai solusi alternatif yang menggunakan gen spesifik.
Gen VP1 merupakan salah satu gen penyandi pembentukan kapsid virus PMK,
berpotensi sebagai kandidat vaksin DNA rekombinan karena memiliki tingkat
imunogenisitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
kemampuan dan efektivitas pEGFP-C1 sebagai vektor dan mengetahui ekspresi gen
VP1 sebagai DNA rekombinan yang dikombinasikan dengan agen penghantaran
fosfolipid. Penelitian dimulai dari optimasi gen VP1 yang kemudian
dikonstruksi dalam vector plasmid pEGFP-C1. Transformasi dengan metode heat
shock ke dalam sel kompeten E.coli DH5? yang digunakan sebagai vektor kloning untuk memperbanyak plasmid DNA
rekombinan. Isolasi plasmid DNA rekombinan dilakukan untuk konfirmasi
keberhasilan transformasi, yang dibuktikan dengan restriksi menggunakan enzim BglII
dan EcoRI serta sekuensing terhadap gen target VP1. Transfeksi
dilakukan menggunakan sel HeLa sebagai vektor ekspresi dan model sel eukariot
dengan metode kimia berbasis fosfolipid, menggunakan Lipofectamine™ 3000
sebagai agen penghantaran dan diinkubasi selama 24 jam. Konfirmasi keberhasilan
transfeksi dilakukan dengan menggunakan mikroskop konfokal dengan melihat
ekspresi protein yang menghasilkan warna hijau serta uji ekspresi gen pada
tingkat mRNA dengan RT-qPCR. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa pEGFP-C1
berhasil membentuk DNA rekombinan dengan gen VP1. Keberhasilan
transformasi ditunjukkan dengan tumbuhnya bakteri transforman E.coli DH5? pada medium selektif kanamisin. Hasil sekuensing menunjukkan adanya gen
VP1 serta hasil restriksi membentuk dua pita yang sesuai dengan panjang
pEGFP-C1 dan gen VP1. Terdapat pendaran hijau hasil ekspresi protein egfp
pada kultur sel HeLa setelah inkubasi pasca transfeksi. Uji ekspresi tingkat
mRNA didapati hasil bahwa terjadi peningkatan ekspresi sebanyak 94,35 kali
dengan menggunakan agen penghantaran fosfolipid dibandingkan dengan pelakuan
plasmid DNA rekombinan tanpa menggunakan agen penghantaran.
Foot
and mouth disease (FMD) is an disease caused by FMD virus and infects
cloven-hoofed animals. Until now, the treatment used is an inactivated vaccine
that uses the original virus. The risk of less than optimal inactivated
vaccines makes recombinant DNA vaccines an alternative solution that uses
specific genes. The VP1 gene is one of gene encoding the formation of FMD virus
capsids, potentially as a candidate for recombinant DNA vaccines because it has
a high level of immunogenicity. The purpose of this study was to determine the
ability and effectiveness of pEGFP-C1 as a vector and determine the expression
of VP1 genes as recombinant DNA combined with phospholipid delivery agents. The
research started from the optimization of the VP1 gene which was then
constructed in the pEGFP-C1 plasmid vector. Transformation by heat shock method
into competent E.coli DH5? cells used as vector cloning to multiply recombinant
DNA plasmids. Isolation of recombinant DNA plasmids was performed to confirm
the success of transformation, as evidenced by restriction using BglII and
EcoRI enzymes and sequencing of VP1 target genes. Transfection was carried out
using HeLa cells as expression vectors and eukaryote cell models with
phospholipid-based chemical methods, using Lipofectamine™ 3000 as a delivery
agent and incubated for 24 hours. Confirmation of transfection success was done
using confocal microscopy by looking at the expression of proteins that produce
green color and gene expression test at the mRNA level with RT-qPCR. The
results of this study stated that pEGFP-C1 succeeded in forming recombinant DNA
with the VP1 gene. The success of transformation was shown by the growth of
E.coli DH5? transformant bacteria on kanamycin selective medium. The sequencing
results showed the presence of the VP1 gene and the restriction results formed
two bands corresponding to the length of the pEGFP-C1 and VP1 genes. There was
a green glow of egfp protein expression results in HeLa cell culture after
post-transfection incubation. The mRNA level expression test found that there
was an increase in expression by 94.35 times using phospholipid delivery agents
compared to recombinant DNA plasmids without using delivery agents.
Kata Kunci : PMK, Vaksin DNA Rekombinan, Ekspresi Gen, pEGFP-C1, Gen VP1