Pengaruh penyuluhan langsung dan pemberian poster aksi keamanan pangan terhadap pengetahuan keamanan pangan tenaga pengolah dan cara produksi makanan program makanan tambahan anak sekolah (PMT-AS) di Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunung Kidul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
WIJANARKA, Agus, Dr.Ir. Y. Marsono, MSc
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang. Penyelenggaraan PMT-AS terbukti masih ditemukan makanan kudapan yang belum aman bagi siswa, sehingga diperlukan upaya pengendalian untuk mengurangi resiko tersebut. Tujuan Penelitian. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan efektivitas beberapa metode pelatihan dalam meningkatkan pengetahuan tenaga pengolah mengenai keamanan pangan dan nilai penerapan Cara Produksi Makanan yang Baik (CPMB) pada PMT-AS. Metode pelatihan yang digunakan adalah penyuluhan langsung, pemberian poster aksi kemanan makanan serta kombinasi kedua perlakuan tersebut. Metode Penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan rancangan pre and post test non equivalent group design. Subyek penelitian semua tenaga pengolah PMT-AS di Wilayah Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunung Kidul. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua metode pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan tenaga pengolah, yaitu sebesar 15,76 dengan penyuluhan langsung, 7,74 dengan pemberian poster aksi dan 18,98 dengan kombinasi perlakuan. Penyuluhan langsung, pemberian poster aksi keamanan makanan dan kombinasi perlakuan walaupun dapat meningkatkan nilai CPMB masing-masing sebesar 13,5; 16,38 dan 21,00, namun ternyata tidak ada perbedaan pengaruh yang bermakna antara metode tersebut dalam meningkatkan nilai CPMB (p>0,05). Kesimpulan. Penyuluhan langsung dan kombinasi perlakuan lebih baik dibandingkan pemberian poster aksi saja sebagai metode dalam meningkatkan pengetahuan tenaga pengolah, namun semua metode tersebut ternyata masing-masing dapat meningkatkan nilai CPMB.
Background. School feeding programme (PMT-AS) is still unsaved for students in some districts. Efforts to decrease that risk are needed. Objectives. The objectives of study was to compare the effectiveness several methods for increasing the knowledge of worker who involved in the food safety and good manufacturing practices (GMP) values in this PMT-AS. The methods were counseling, action poster and its combination. Design. The study was a quasi experimental with pre and post test non equivalent group design. The subjects were volunteers in the sub districts where the study was conducted (Saptosari, Gunung Kidul district). Results. The results showed that all of the methods could increase the knowledge of the volunteers by 15.76; 7.74 and 18.98 for the counseling, action poster, and its combination, respectively. Although there was an increasing of the GMP value by 13.5; 16.38 and 21.00, respectively but there was no significantly difference between (p>0.05). Conclusion. Counseling and combination of counseling and action poster were better than action poster it self in term of increasing knowledge of food safety of the volunteer worker, but all of the methods increasing the GMP value, similarly.
Kata Kunci : Gizi Anak, Tenaga Pengolah, Penyuluhan Langsung