Laporkan Masalah

Etnobotani dan Keragaman Kultivar Padi (Oryza sativa L.) sebagai Bahan Pangan Tradisional Masyarakat Lokal Kabupaten Berau Pesisir Selatan, Kalimantan Timur

Arinda Widi Antari, Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.

2024 | Tesis | S2 Biologi

Kabupaten Berau Pesisir Selatan merupakan salah satu daerah di Kalimantan Timur yang membudidayakan kultivar padi. Keragaman kultivar padi berkaitan erat dengan pemanfaatannya sebagai bahan pangan olahan tradisional.  Lokasi pengambilan sampel pada penelitian ini mencakup 5 kecamatan dengan tujuan untuk mengeksplorasi keragaman jenis pangan, pemanfaatan pangan lokal, cara pengolahan pangan, menginventarisasi keragaman kultivar padi yang dibudidayakan berdasarkan keraker morfologis, dan mengetahui karakter morfologis yang berpengaruh terhadap pembentukan klaster. Penelitian ini meliputi pengumpulan data etnobotani dengan wawancara semi terstruktur kepada informan serta observasi morfologis kultivar padi. Data morfologis kultivar padi yang diobservasi meliputi karakter akar, daun, dan gabah padi. Data etnobotani dianalisis secara deskriptif kualitatif berdasarkan hasil wawancara dan secara kuantitatif dengan perhitungan Species Use Value dan Fidelity Level. Data keragaman kultivar padi dianalisis dengan metode klasifikasi numerik-fenetik dengan algoritma UPGMA dan Principal Component Analysis melalui software MVSP versi 3.1. Hasil analisis etnobotani menunjukkan bahwa terdapat 39 jenis pangan olahan tradisional berbahan dasar beras dan ketan yang diolah secara langsung, dibuat menjadi tepung, dan melalui proses fermentasi. Pangan tradisional dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dikonsumsi sehari-hari dan pelengkap acara adat. Berdasarkan hasil inventarisasi keragaman padi, terdapat sebelas kultivar padi yang terdiri atas tiga kultivar padi ketan dan sembilan kultivar padi biasa. Hasil analisis klaster terhadap data karakter morfologis menunjukkan dua klaster yang merepresentasikan dua grup kultivar, yaitu padi ketan dan padi biasa. Karakter yang paling berpengaruh terhadap pembentukan klaster adalah panjang daun, warna helaian daun, panjang akar, warna lemma dan palea, serta keberadaan rambut pada lemma dan palea.

Berau Pesisir Selatan Regency is one of the areas in East Kalimantan that cultivates rice cultivars. The diversity of rice cultivars is closely related to its use as a traditional processed food ingredient.  The sampling locations in this study covered 5 sub-districts with the aim of exploring the diversity of food types, the use of local food, food processing methods, inventorying the diversity of cultivated rice cultivars based on morphological shells, and knowing the morphological characters that influence cluster formation. This research includes collecting ethnobotanical data using semi-structured interviews with informants as well as morphological observations of rice cultivars. Morphological data on rice cultivars that were observed included root, leaf and rice grain characteristics. Ethnobotanical data was analyzed descriptively qualitatively based on interview results and quantitatively by calculating Species Use Value and Fidelity Level. Rice cultivar diversity data were analyzed using the numerical-phenetic classification method with the UPGMA algorithm and Principal Component Analysis using MVSP software version 3.1. The results of the ethnobotanical analysis show that there are 39 types of traditional processed foods made from rice and sticky rice which are processed directly, made into flour, and through a fermentation process. Traditional food is used by the community for daily consumption and to complement traditional events. Based on the results of the inventory of rice diversity, there are eleven rice cultivars consisting of three glutinous rice cultivars and nine ordinary rice cultivars. The results of cluster analysis of morphological character data showed two clusters representing two cultivar groups, namely glutinous rice and ordinary rice. The characters that most influence cluster formation are leaf length, leaf blade color, root length, lemma and palea color, and the presence of hairs on the lemma and palea.

Kata Kunci : Budaya pangan, kearifan lokal, keragaman padi, klastering, PCA

  1. S2-2024-501889-abstract.pdf  
  2. S2-2024-501889-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-501889-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-501889-title.pdf