Laporkan Masalah

Hubungan antara persepsi tentang akreditasi dengan kepuasan kerja karyawan di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta

WIDYASWATI, Endang, dr. Rossi Sanusi, MPA.,Ph.D

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang. Salah satu upaya membantu rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan adalah melalui program akreditasi. Melalui akreditasi diharapkan dapat memacu rumah sakit untuk menerapkan standar sehingga mutu pelayanan dapat dipertanggungjawabkan, dengan demikian dapat memenuhi kebutuhan dan tuntutan pelanggan. Di Indonesia, program Akreditasi Rumah Sakit ini dilaksanakan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit dan Sarana Kesehatan Lainnya (KARS) sejak tahun 1995. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara persepsi tentang akreditasi dengan kepuasan kerja karyawan di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita (RSJHK), Jakarta. Dengan diperolehnya informasi ini, diharapkan dapat menjadi masukan bagi Departemen Kesehatan untuk melihat sejauh mana program akreditasi yang dilakukan telah memenuhi kebutuhan dan tuntutan pelanggan terutama karyawan sebagai pelanggan internal. Metode. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Subyek penelitian adalah karyawan RSJHK, Jakarta yang terlibat dalam akreditasi rumah sakit. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara persepsi tentang akreditasii dengan kepuasan kerja karyawan di RSJHK, Jakarta dengan derajat korelasi sedang (R 0,457 p<0,01). Komponen kepuasan kerja yang paling tinggi dipengaruhi oleh persepsi terhadap akreditasi adalah prestasi kerja, sedangkan yang paling rendah adalah gaji. Tidak ada perbedaan antara karakteristik demografi dengan persepsi tentang akreditasi dan kepuasan kerja karyawan. Terbukti hanya usia yang berhubungan dengan kepuasan kerja karyawan. Kesimpulan. Ada hubungan antara persepsi tentang akreditasi dengan kepuasan kerja karyawan di RSJHK, Jakarta.

Background. One of the efforts to help hospitals increase the quality of health services is the accreditation program. It is expected that by the accreditation process, most of the hospitals workers will be motivated to apply the standards of health services, so that the quality of health services will be increased and fulfill community expectations. In Indonesia hospital accreditation is conducted by the Hospital Committee since 1995. This research was carried out to study the relationship of employees’ job satisfaction and perception of accreditation in the “Harapan Kita” Cardiac Hospital (HKCH), Jakarta. This information will be usefull for Ministry of Health to evaluate the accreditation program with regard to the fulfillment of the internal customers’ expectations. Method. This research used a cross sectional design. The subjects of this research were employees of the HKCH who were involved in the accreditation program. Result. The result of this research showed that there was a moderate correlation (R = 0.457, p <0.01) between employees’ perception of accreditation and job satisfaction. The highest job satisfaction component influenced by perception of accreditation was job achievement, while the lowest component was salary. Not all demographic characteristics influenced employees’ job satisfaction. A regression analysis indicated that only age was associated with job satisfaction. Conclusion. There is a relationship between employees’ perception of accreditation and job satisfaction in the HKCH, Jakarta.

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Kepuasan Kerja,Persepsi Akreditasi, Perception, Hospital accreditation, Job satisfaction


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.