Laporkan Masalah

Populasi dan Habitat Jalak Suren Jawa Gracupica jalla (Horsfield, 1821) Reintroduksi Prigen Conservation Breeding Ark Jawa Timur

Febrinal, Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, SU

2024 | Tesis | S2 Biologi

Revisi taksonomi terbaru memisahkan jalak suren jawa Gracupica jalla (Horsfield, 1821) dari jalak suren india (Gracupica contra) dan jalak suren thailand (Gracupica floweri). Meskipun tidak dilindungi secara nasional namun spesies ini telah punah di alam sehingga upaya konservasinya perlu dilakukan. Program reintroduksi jalak suren jawa dilakukan oleh Prigen Conservation Breeding Ark (PCBA) pada 5 November 2022 di kawasan Taman Safari Indonesia II Prigen Jawa Timur. Sebanyak 40 ekor jalak suren jawa dilepasliarkan di habitat yang terlindungi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis populasi dan vegetasi habitat jalak suren jawa hasil reintroduksi tersebut. Penelitian dilaksanakan pada akhir musim berbiak jalak suren jawa pada bulan April 2024 sampai Mei 2024. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah populasi, densitas, distribusi, vegetasi berbiak, interaksi dan faktor fisikoimia habitat jalak suren jawa reintroduksi. Data populasi dan interaksi dikumpulkan menggunakan metode point count dan data vegetasi berbiak dicuplik menggunakan kuadrat plot. Total teramati 32 individu jalak suren jawa yang tersebar pada 4 lokasi di area Taman Safari Indonesia II Prigen. Cacah individu tersebut terdiri dari populasi di area Prigen Concervation Breeding Ark (PCBA) sebanyak 7 individu, populasi di Baobab Resort sebanyak 16 individu, populasi di Tempat Pembuangan Akhir sebanyak 5 individu, dan populasi di Cendono sebanyak 4 individu. Populasi jalak suren reintroduksi membentuk metapopulasi klasik dengan populasi PCBA sebagai populasi utama dan populasi lainnya sebagai populasi satelit. Jalak suren jawa berasosiasi dengan herbivora yang ada di habitatnya untuk mendapatkan pakan berupa kumbang kotoran dan cacing. Jalak suren jawa menyukai tipe habitat padang rumput dengan vegetasi pohon yang jarang (1-5 pohon/400 m2). Pohon kapuk (Ceiba pentandra) merupakan pohon yang paling sering digunakan oleh jalak suren jawa untuk bersarang dan vegetasi lantai yang didominasi oleh rumput pait (Axonopus compressus) disukai oleh jalak suren jawa untuk area mencari pakan.

Recently taxonomic revision separates the javan pied starling Gracupica jalla (Horsfield, 1821) with the asian pied starling (Gracupica contra) and thai pied starling (Gracupica floweri). Even though it is not protected nationally but this species has extinct in the wild, the conservation efforts need to be made. Javan pied starling reintroduction program was conducted by Prigen Conservation Breeding Ark (PCBA) at 5 November 2022 in the Taman Safari Indonesian II, Prigen, East Java. A total of 40 javan pied starling were released into a protected habitat. The aim of this research is to analyze the population and vegetation of the nesting habitat of these javan pied starling reintroduction. The research was carried out at the end of breeding season of javan pied starling from April to May 2024. The data collected in this research were population, density, distribution, nesting habitat vegetation, interaction, and physicochemical factors of the reintroduced javan pied starling's habitat. Population and interaction data was collected using point count method and vegetation data using quadratic plots. In total, 32 individuals of javan pied starlings were observed in 4 locations in the Taman Safari Indonesia Prigen area. The population devided into population in the Prigen Conservation Breeding Ark (PCBA) area with 7 individuals, the population at Baobab Resort with 16 individuals, the population at the landfills area with 5 individuals, and the population in Cendono with 4 individuals. The population forms a classic metapopulation with the PCBA population as the main population and the other populations as satellite. The javan pied starling associates with herbivores in its habitat to obtain food in the form of dung beetles and worms. Javan pied starling prefer grassland habitat types with sparse tree vegetation (1-5 trees/400 m2). Kapok tree (Ceiba pentandra) is the most species often used by javan pied starlings for nesting and floor vegetation dominated by carpet grass (Axonopus compressus) is prefer by javan pied starling as feeding site.

Kata Kunci : punah di alam, pelepasliaran, konservasi, extinct in the wild, reintroduction, conservation

  1. S2-2024-495581-abstract.pdf  
  2. S2-2024-495581-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-495581-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-495581-title.pdf