SELEKSI POHON PLUS MERBAU (Intsia bijuga (Colebr) 0. Kuntze) DI KEPULAUAN MALUKU
Astra Dwana Lanestia Sagala, Dr. Sapto Indrioko, S.Hut, M. P
2008 | Skripsi | S1 KEHUTANANMerbau (I. bijuga (Colebr) 0. Kuntze) merupakan salah satu jenis tanaman asli kepulauan Maluku yang sangat potensial dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Eksploitasi terhadap jenis ini dengan intensitas tinggi tanpa diikuti dengan reboisasi mengakibatkan jumlahnya semakin menurun. Untuk menyelamatkannya, sebagai langkah awal dilakukan kegiatan eksplorasi materi genetik (benih) merbau. Materi genetik dari pohon plus yang telah diseleksi selanjutnya dapat dipergunakan sebagai bahan untuk program pemuliaan merbau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai standar dalam pemilihan pohon plus merbau dan untuk memperoleh pohon plus merbau. Tegakan yang menjadi obyek penelitian berupa hutan alam di kepulauan Maluku. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksploratif dengan sistem okuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 70 calon pohon plus yang ditemukan di kepulauan Maluku, yang dapat ditetapkan sebagai pohon plus adalah sebanyak 50 pohon. Jumlah pohon plus merbau di desa Nyonyifi, Rahmat, Mira, Marimoi dan Latea secara berturut-turut adalah 6, 14, 11, 2 dan 17 pohon. Rerata skor tertinggi terdapat pada pohon plus di desa Marimoi, yaitu sebesar 81. Sedangkan rerata skor terendah dimi liki desa Mira dengan skor 62, 18. Dari hasil evaluasi antara pohon plus dengan pohon reratanya diperoleh selisih skor untuk desa Nyonyifi, Rahmat, Mira, Marimoi dan Latea secara berturut-turut yaitu 30,79; 30,63; 27,44; 44,62 dan 37,27.
Merbau (I. bijuga (Colebr) 0. Kuntze) is one of native species to Moluccas isles with high potency and economic values. However, overexploitation of this species without reforestation has reduced its population. For recovering, it is important to explore the genetic material of merbau. Afterward, the selected genetic material can be used for improvement program. The purposes of this research were to know the standard values for selecting the plus tree and to collect plus trees of merbau in natural forest of Moluccas isles. The research was carried out using explorative method with ocular system. Out of 70 candidates of plus tree found in Moluccas isles, 50 trees could be verified as plus trees. The number of plus trees in Nyonyifi, Rahmat, Mira, Marimoi and Latea villages were 6, 14, 11, 2 and 17, respectively. The highest score of plus tree (81) was found in Marimoi village. Whereas the lowest score (62, 18) was found in Mira village. The evaluation between plus trees and rate trees showed the score differences for Nyonyifi, Rahmat, Mira, Marimoi and Latea villages, i.e. 30.79, 30.63, 27.44, 44.62, and 37.27, respectively.
Kata Kunci : pohon plus, pohon rerata, sistem okuler, merbau