PENGARUH LAMA RENDAMAN DAN POSISI AKSIAL TERHADAP KEKUATAN REKAT DAN DELAMINASI KAYU LAPIS KELAPA ( Cocos sp ), DENGAN PEREKAT UREA FORMALDEHIDA
HARI WIBOWO , Prof. Dr. Ir. T. A. Prayitno, M. For
2008 | Skripsi | S1 KEHUTANANKeberadaan indutri pengolahan basil hutan khususnya industri kayulapis dewasa ini menghadapi tantangan yang cukup berat. Makin meningkatnya permintaan pasar akan kayulapis tidak didukung dengan tersedianya bahan baku yang cukup. Kayu dari jenis Dipterocarpaceae akhir-akhir ini semakin sedikit sehingga diperlukan bahan baku lain untuk pembuatan kayulapis, salah satunya adalah kayu kelapa (Cocos sp). Kelapa memiliki potensi yang cukup bagus di Indonesia karena jumlahnya yang cukup banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan posisi aksial kayu terhadap kualitas kayulapis kelapa ( Cocos sp ). Penelitian yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan altematif sumber baban baku kayu lain untuk pembuatan kayulapis. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian acak lengkap atau CRD (Completely Randomized Design) yang disusun secara faktorial dengan menggunakan dua faktor. Faktor pertama posisi aksial yang terdiri dari 3 aras, yaitu pangkal, tengah, dan ujung sedangkan faktor yang kedua adalah lama perendaman, yaitu 6 jam, 12 jam, dan 24 jam dengan masing-masing perlakuan tiga ulangan. Basil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara faktor posisi aksial dengan lama perendaman tidak berpengaruh nyata terhadap keteguhan rekat dan delaminasi kayu lapis kelapa. Faktor tunggal lama perendaman tidak ada yang berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengujian kayu lapis kelapa. Faktor posisi aksial berpengaruh sangat nyata terhadap berat jenis, pengembangan panjang, pengembangan lebar, pengembangan tebal, penyusutan panjang dan penyusutan tebal dan berpengaruh nyata terhadap kadar air, penyusutan lebar dan kerusakan kayu basah tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap penurunan keteguhan rekat dan kerusakan kayu kering. Makin ke posisi ujung nilainya makin naik untuk pengembangan panjang (0,19; 0,32; 0,35 %), pengembangan lebar (0,49; 0,78; 1,21 %), pengembangan tebal (2,67; 4,90; 7,19 %), penyusutan panjang (0,19; 0,38; 0,49 %), penyusutan lebar (0,49; 0,87; 0,97 %), penyusutan tebal (2,54; 4,53; 5,38 %), kadar air (12,36; 12,99; 13,07 %). Dilain pihak nilai berat jenis (0,63; 0,52; 0,52) dan kerusakan kayu kering (82,02; 46,83; 56,59 %) makin ke posisi ujung nilainya makin turun.
Kata Kunci : kayu lapis, Cocos sp, keteguhan rekat, delaminasi, urea formaldehida,