Kajian perubahan kapasitas saluran pada jaringan irigasi Glapan barat kabupaten Grobogan dan Demak Jawa Tengah
Rudy Teguh Imananta, Drs. Suprapto Dibyosaputro, M.S.; Drs. M. Pramono hadi, M.Sc.
2002 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANStudi terhadap karyawan honorer khususnya yang bekerja sebagai buruh pada pemerintahan sampai saat ini masih diperlukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya. Karyawan honorer yang mempunyai pendapatan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan PNS (pegawai negeri sipil) perlu diperhatikan kesejahteraannya karena pendapatan yang rendah tersebut telah menyebabkan kemiskinan pada rumah tangga meraka. Sehubungan dengan hal itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial demografi dan ekonomi serta strategi kelangsungan hidup rumah tangga karyawan honorer dikaitkan dengan faktor latar belakangnya. Penelitian ini juga berusaha mengidentifikasi tingkat kemiskinan dari rumah tangga karyawan honorer menurut pendekatan Sayogyo (1982), dan penelitian ini berusaha membedakan strategi kelangsungan hidup menjadi dua sifat yaitu: strategi kelangsungan hidup sementara dan strategi kelangsungan hidup berkelanjutan. Strategi kelangsungan hidup sementara dapat dilakukan dengan menyiasati pengeluaran atau dengan melakukan hutang. Strategi kelangsungan hidup berkelanjutan dapat dilakukan dengan melakukan pekerjaan tambahan atau dengan memperbanyak anggota rumah tangga yang bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan honorer yang bertempat tinggal di desa mempunyai rata-rata umur yang relatif lebih tua dengan berpendidikan relatif rendah dan sebagian besar mereka mempunyai struktur rumah tangga yang besar, sebaliknya karyawan honorer yang bertempat tinggal di kota mempunyai rata-rata umur relatif muda dengan pendidikan relatif tinggi dan kebanyakan mempunyai struktur rumah tangga kecil. Perbedaan struktur rumah tangga yang dimiliki ternyata sangat berpengaruh pada strategi kelangsungan hidup rumah tangganya. Rumah tangga karyawan honorer mempunyai struktur rumah tangga luas akan berusaha meningkatkan pendapatan rumah tangganya dengan memperbanyak anggota rumah tangga yang bekerja. Rumah tangga yang mempunyai struktur rumah tangga kecil akan lebih berusaha meningkatkan pendapatan rumah tangganya dengan pekerjaan tambahan. Pendapatan yang rendah dari pekerjaan pokok sebagai karyawan honorer ternyata berpengaruh terhadap status ekonomi rumah tangga mereka yang cenderung rendah. Kenyataan tersebut terlihat dari masih banyaknya rumah tangga karyawan honorer yang secara absolut menurut garis kemiskinan masih banyak tergolong miskin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rumah tangga yang berusaha menyiasati pengeluaran cenderung mempunyai status ekonomi yang lebih baik jika dibandingkan rumah tangga yang melakukan hutang. Banyaknya rumah tangga yang mempunyai status ekonomi rendah karena melakukan hutang menunjukkan bahwa strategi tersebut perlu dihindari. Namun secara umum rumah tangga yang melakukan strategi kelangsungan hidup berkelanjutan akan mempunyai status ekonomi yang lebih baik daripada yang hanya melakukan strategi kelangsungan hidup sementara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah anggota rumah tangga yang bekerja maka semakin tinggi status ekonomi rumah tangganya.
The research that has the title Study of Channel Capacity Changing at West Glapan Irrigation Network, Grobogan and Demak Districts, Central Java, was done base measurement of cross section at the irrigation channel in 2001, the measuring thick of the sediment at the channel in 1995 and channel planning at 1991 and dredging of material sediment at the bed of the waterworks. The channel capacity changing and the discharge of water flow that obtained base use measurement of field and calculation water flow velocity. Followed by mapping of their change distribution channel capacity. Bed material sediment was analyzed in laboratory for understanding the size characteristics of the sediment particles. Bed material distribution formatting process was known by counting the average of "mean" particle size and "sorting" particle-classifying value. Then the affecting factors was analysis by analysis correlation and simple regression linear was known which factor that most effected to channel capacity changing. Channel capacity changing varieties from 1991, 1995 and 2001. The minimum channel capacity changing be in secondary channel BG.17 count for 2,0% between 1991-1995, while the maximum channel capacity changing at the secondary BG.17 count for 75,9% in periodic year 1991-2001. Bed material variety at channel, the diameter of its size is less than 0,002 mm, while the biggest diameter is more than 4,750 mm with the sorting coefficient between worst sorting to bad sorting. The most affected factor to the channel capacity changing was water flow discharge changing that will affect the size of the level of bed material sediment. Gradation of the bed material sediment that is not equal at irrigation channel caused by bed material which flows from outside of Tuntang river and human intervention in dredging of the bed material especially at secondary channel BG.5 which is crossing at Gubug City.
Kata Kunci : Perubahan kapasitas saluran,Debit,Demak,Grobogan,Jawa Tengah