Laporkan Masalah

Strategi kelangsungan hidup rumah tangga karyawan honorer : Studi kasus karyawan honorer dinas pengelolaan pasar kota Surakarta

Rudi Hartono, Prof. Drs. Kasto, M.A.

2001 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Studi terhadap karyawan honorer khususnya yang bekerja sebagai buruh pada pemerintahan sampai saat ini masih diperlukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya. Karyawan honorer yang mempunyai pendapatan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan PNS (pegawai negeri sipil) perlu diperhatikan kesejahteraannya karena pendapatan yang rendah tersebut telah menyebabkan kemiskinan pada rumah tangga meraka. Sehubungan dengan hal itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial demografi dan ekonomi serta strategi kelangsungan hidup rumah tangga karyawan honorer dikaitkan dengan faktor latar belakangnya. Penelitian ini juga berusaha mengidentifikasi tingkat kemiskinan dari rumah tangga karyawan honorer menurut pendekatan Sayogyo (1982), dan penelitian ini berusaha membedakan strategi kelangsungan hidup menjadi dua sifat yaitu: strategi kelangsungan hidup sementara dan strategi kelangsungan hidup berkelanjutan. Strategi kelangsungan hidup sementara dapat dilakukan dengan menyiasati pengeluaran atau dengan melakukan hutang. Strategi kelangsungan hidup berkelanjutan dapat dilakukan dengan melakukan pekerjaan tambahan atau dengan memperbanyak anggota rumah tangga yang bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan honorer yang bertempat tinggal di desa mempunyai rata-rata umur yang relatif lebih tua dengan berpendidikan relatif rendah dan sebagian besar mereka mempunyai struktur rumah tangga yang besar, sebaliknya karyawan honorer yang bertempat tinggal di kota mempunyai rata-rata umur relatif muda dengan pendidikan relatif tinggi dan kebanyakan mempunyai struktur rumah tangga kecil. Perbedaan struktur rumah tangga yang dimiliki ternyata sangat berpengaruh pada strategi kelangsungan hidup rumah tangganya. Rumah tangga karyawan honorer mempunyai struktur rumah tangga luas akan berusaha meningkatkan pendapatan rumah tangganya dengan memperbanyak anggota rumah tangga yang bekerja. Rumah tangga yang mempunyai struktur rumah tangga kecil akan lebih berusaha meningkatkan pendapatan rumah tangganya dengan pekerjaan tambahan. Pendapatan yang rendah dari pekerjaan pokok sebagai karyawan honorer ternyata berpengaruh terhadap status ekonomi rumah tangga mereka yang cenderung rendah. Kenyataan tersebut terlihat dari masih banyaknya rumah tangga karyawan honorer yang secara absolut menurut garis kemiskinan masih banyak tergolong miskin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rumah tangga yang berusaha menyiasati pengeluaran cenderung mempunyai status ekonomi yang lebih baik jika dibandingkan rumah tangga yang melakukan hutang. Banyaknya rumah tangga yang mempunyai status ekonomi rendah karena melakukan hutang menunjukkan bahwa strategi tersebut perlu dihindari. Namun secara umum rumah tangga yang melakukan strategi kelangsungan hidup berkelanjutan akan mempunyai status ekonomi yang lebih baik daripada yang hanya melakukan strategi kelangsungan hidup sementara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah anggota rumah tangga yang bekerja maka semakin tinggi status ekonomi rumah tangganya.

Study about honorary worker, especially who work as a labour in government office is still needed in order to increase their prosperity. This kind of worker need great concern due to very low stipends, compared with government employee's salary, that have bring their family live in poverty. Owing to that condition, this research has an objective to know social demography and economic condition and also living strategy of honorary worker related with their life background. This research is try to identify the stage of poverty of honorary worker's family using Sayogyo approach (1982) and try to differentiate their survival strategy into two main group: temporary survival strategy, which can be done by managing the life budget or by having debt, and suistainable survival strategy that have two alternative way i.e. get an extra job or increase the worker number in honorary worker's family. The research shows that honorary worker which live in the village is more older and less educated than the one who live in city. That villagers workers is also have an extended family structure while the city workers have a small one. This research is also exhibit the differences between the 'managing budget' family, which have a better economic status, than the one who use 'debt' as their survival strategy. However, the family which does the suistainable survival strategy, will have better economic status than the one who does the temporary survival strategy. The honorary worker's low stipends does affect their family economic status that are also very low. It can be seen from the fact that so many worker's family still living below the poverty line. This research is also shows that the family that trying to manage their life budget is have a better economic status than the one that trying to get debt. This latter fact exhibit the danger of "debt" survival strategy that should be avoided. It can be conclude that the suistainable survival strategy will give better economic status than temporary survival strategy, which that more the amount of worker in one family, the better the economic status of that family.

Kata Kunci : Karyawan honorer,Startegi kelangsungan hidup,Surakarta,Jawa Tengah

  1. S1-2001-101176-Rudi_Hartono-abstract.pdf  
  2. S1-2001-101176-Rudi_Hartono-bibliography.pdf  
  3. S1-2001-101176-Rudi_Hartono-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2001-101176-Rudi_Hartono-title.pdf