Laporkan Masalah

PRODUKTIVITAS KERJA DAN BIAYA KEGIATAN PEMANENAN KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria) DI HUTAN RAKYAT (Studi Kasus di Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman, Yogyakarta)

HERLINA SERNY SUSILOWATI , Ir. H. Haryanto, M.S.

2008 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pemanenan basil hutan merupakan salah satu kegiatan pengelolaan hutan rakyat. Pemanenan hasil di hutan rakyat dilakukan dalam skala kecil dengan teknik pemanenan pohon per pohon. Kegiatan pemanenan ini dilakukan berdasarkan tebang butuh yaitu dilakukan tebangan hanya apabila pemilik membutuhkan kayu tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknik, prestasi kerja dan besarnya biaya yang dibutuhkan dalam kegiatan pemanenan kayu sengon di. hutan rakyat. Beberapa metode pendekatan untuk memenuhi tujuan tersebut meliputi (I) metode deskriptif untuk mendeskripsikan te.knik kegiatan pemanenan kayu sengon (2) metode time study untuk menghitung produktivitas kerja kegiatan pemanenan kayu sengon (3) pendekatan biaya tetap dan biaya variabel untuk mengetahui biaya kegiatan pemanenan kayu sengon. Hasil Penelitian yang di]akukan di Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Y ogyakarta menunjukkan bahwa pemanenan kayu sengon di hutan rakyat dilaksanakan dengan sistem kayu pendek secara semi mekanis. Penebangan dapat dilakuk:an secara manual dengan kapak, grantang dan secara mekanis dengan chainsaw. Penyaradan dilakukan secara manual dengan dipanggul atau dipikul. Pemuatan dan pengangkutan dilakukan dengan truk. Produktivitas kerja penebangan manual 4,52 m3/HRK oleh re???? kerja sebanyak 2 orang. Produktivitas kerja penebangan mekanis 28,28 m /HRK. dilakukan oleh regu kerja sebanyak 2 orang. Produktivitas kerja penyaradan dengan dipanggul 7,30 m3/HOK. Produktivitas kerja pengangkutan 35,03 m3/HRK dilakukan oleh regu kerja terdiri dari 4 orang. Biaya kegiatan penebangan manual Rp. 17.507,37 /m''-3 dan penebangan mekanis Rp. 8.346,76 /m"3. Sedangkan biaya penyaradan dengan dipanggul Rp. 5.068,49 /m"3 dan biaya pengangkutan Rp. 25.635,41 /m"3.

Forest harvesting is one of the activity in management forest community. Forest harvesting in the community forest is done in small scale by using tree by tree technique. The forest harvesting is done based on need cutting that is done only if owner needs the trees to fu.Jfill the needs. The purpose of this research were to know the forest harvesting techniques, the productivity and the cost of sengon harvesting in the community forest. The approximation methods to fulfill those purposes including: (1) description method was used to describe sengon harvesting techniques, (2) time study method was used to calculate the productivity of sengon harvesting, (3) fixed cost and variabel cost was used to calculate the total cost of sengon harvesting. The result of the research in Kepuharjo Cangkringan Sleman Regency Y ogyakarta Province, showed that sengon harvesting in community forest was done by short harvesting system using semi mechanized method. Felling can be done manually using axe, cross cut saw and mechanically using chainsaw. Skidding was only conducted manually by carrying it on shoulders or carrying it using carrying pole. Loading was done using hand and the transportation was done using truck. The productivity of manual felling was 4,52 m3/HRK by a group of people consist of 2 men. The productivity of mechanized felling was 28,28 m3 /HRK by a group of people consist of 2 men. The productivity of skidding using hand was 7,30 m /HOK for 70 meters. The productivity of transportation was 35,03 m3/HRK by a group of people consist of 4 man. Forest harvesting cost were 17,507.37 rupiahs/m-''3 for manual felling, 8,346.76 rupiahs/m"3 for mechanized felling, 5.068.49 rupiahs/m"3 for skidding using hand and 25,635.41 rupiahs/m"3.

Kata Kunci : pemanenan basil hutan, hutan rakyat, teknik, produktivitas dan biaya

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf