Laporkan Masalah

Kepadatan hunian, transformasi umum, ventilasi rumah dan kejadian Pneumonia pada anak Balita di Kota Semarang

DAMAYANTI, R.R. Dilla, Prof.Dr.dr. Adi Heru Sutomo, MSc

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja

Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian di negara berkembang. Kepadatan hunian, ventilasi rumah, dan transportasi umum diduga menjadi penyebab kejadian pneumonia pada anak balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kepadatan hunian, ventilasi rumah, dan transportasi umum terhadap kejadian pneumonia pada anak balita. Cara penelitian: Penelitian ini menggunakan metoda retrospektif dengan menggunakan studi kasus-pembanding (case control study). Jumlah sampel adalah 92 anak balita yang terdiri dari 46 kasus dan 46 pembanding. Kasus adalah anak balita yang berusia 1 tahun sampai kurang dari 5 tahun yang menderita pneumonia dari bulan Juli 2003 sampai dengan September 2003. Kasus diambil dari 3 rumah sakit di Kota Semarang yang terpilih secara random sampling. Pembanding adalah anak balita sehat yang berusia 1 tahun sampai kurang dari 5 tahun. Data diolah menggunakan program SPS-2000. Masing-masing variabel bebas dianalisis dengan analisis dwivariat. Selanjutnya, variabel bebas yang memenuhi syarat secara statistik dianalisis dengan menggunakan analisis regresi logistik. Hasil: Variabel yang secara statistik meningkatkan risiko kejadian pneumonia pada anak balita di Kota Semarang adalah ventilasi rumah (OR = 4,95; 95%CI=1,846

Background: Pneumonia is the main cause of illness and death in the developing countries. Crowded ventilation, and public transportation expected to be the causes of pneumonia case for the underfive children. The purpose of the study was to observe the role of occupancy density, ventilation, and public transportation to the case of pneumonia for the underfive children. Method: The number of sample was 92 comprising 46 cases and 46 cases and 46 control subjects. Cases were taken from 3 hospitals in Semarang selected by means of random sampling. Bivariant analysis was made to observe correlation between independent bivariable and pneumonia case for the underfive children. The variables were statistically analyzed using logistic regression analysis. Result: The variables statistically increased the risk of pneumonia cases with the underfive children in Semarang were house ventilation (OR = 4,95; 95%CI = 1,846

Kata Kunci : Kesehatan Lingkungan,Pneumonia Anak Balita,Kepadatan Hunian dan Ventilasi Rumah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.