Laporkan Masalah

Dampak Kegiatan Pariwisata dan Pengaruhnya Terhadap Sektor Perikanan di Taman Nasional Karimunjawa

FATHIMAH PUTRI NISRINA MUFIDAH, Atrida Hadianti, S.T., M.Sc., Ph.D.

2024 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Surat Keputusan Direktur Jenderal PHKA No. SK.28/IV-SET/2012, tanggal 06 Maret 2012 tentang Zonasi Taman Nasional Karimunjawa (TNKj) membagi pemanfaatan taman nasional menjadi 9 zona. Pembagian ini menimbulkan banyak ragam kegiatan yang berbeda di wilayah Taman Nasional Karimunjawa. Banyaknya ragam kegiatan di wilayah TNKj menyebabkan munculnya peluang konflik dan tumpang tindih pemanfaatan ruang laut, terutama bila ragam kegiatan tersebut bersaing untuk pemanfaatan sumber daya atau menggunakan wilayah yang sama. Salah satu kegiatan pemanfaatan yang ada di TNKj adalah kegiatan pariwisata. Sejak menurunnya kasus covid-19 dan penerbitan izin pembukaan tempat pariwisata secara terbatas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2021, jumlah kunjungan ke TNKj terus mengalami peningkatan bahkan sempat mengalami lonjakan jumlah kunjungan secara drastis dari tahun 2021 ke tahun 2022 dengan total kunjungan sebanyak 21.262. Jumlah kunjungan pada tahun 2022 memecahkan rekor jumlah kunjungan TNKj yang sebelumnya bahkan belum pernah mencapai lebih dari 10.000 kunjungan. Hal ini tentu berdampak pada peningkatan perekonomian dari sektor wisata. Namun lonjakan kunjungan ini juga mendorong perubahan TNKj menjadi tempat pariwisata massal yang pada kenyataannya banyak menimbulkan eksternalitas negatif terutama bagi kondisi lingkungan hidupnya. Kegiatan perikanan tangkap adalah kegiatan yang paling masif dilakukan di wilayah Taman Nasional Karimunjawa. Tren perkembangan wilayah TNKj menjadi tempat pariwisata massal menimbulkan adanya interaksi antara sektor perikanan dan pariwisata. Hal ini membuat diperlukannya sebuah penelitian lebih lanjut untuk melihat dampak-dampak kegiatan pariwisata yang ada di wilayah TNKj. Menggunakan metode komparasi data spasial, impact assessment, dan analisis korelasi menggunakan machine learning correlation, hasil kajian diharapkan dapat digunakan untuk melihat dampak positif maupun negatif dari interaksi yang terjadi sehingga dapat dirumuskan kebijakan dan strategi perencanaan wilayah yang sesuai untuk memaksimalkan potensi dan mengatasi tantangan yang timbul untuk mewujudkan keberlanjutan ekosistem di Taman Nasional Karimunjawa.


PHKA Director General Decree No. SK.28/IV-SET/2012, on 06 March 2012 concerning Zoning of the Karimunjawa National Park (TNKj), the use of the national park is divided into 9 zones. This division gives rise to many different activities in the Karimunjawa National Park area. The large variety of activities in the TNKj area creates opportunities for conflict and overlapping use of marine space, especially if these various activities compete for resource or use the same area. One of the utilization activities in TNKj is tourism activities. Since the decline in Covid-19 cases and the issuance of permits to open tourism sites on a limited basis by the Ministry of Tourism and Creative Economy in 2021, the number of visits to TNKj has continued to increase and even experienced a drastic increase in the number of visits from 2021 to 2022 with a total of 21,262 visits. The number of visits in 2022 broke the record for TNKj which previously had never reached more than 10,000 visits. This certainly has an impact on improving the economy of the tourism sector. However, this surge in visits has also encouraged the transformation of TNKj into a place for mass tourism, which in reality has caused many negative externalities, especially for environmental conditions. Capture fisheries activities are the most massive activities carried out in the Karimunjawa National Park area. The trend of developing the TNKj region into a place for mass tourism has given rise to interactions between the fisheries and tourism sectors. This makes further research necessary to look at the impacts of tourism activities in the TNKj area. Using spatial data comparison methods, impact assessment and correlation analysis using machine learning correlation, it is hoped that the results of the study can be used to see the positive and negative impacts of interactions that occur so that appropriate regional planning policies and strategies can be formulated to maximize potential and overcome challenges that arise for realizing ecosystem sustainability in Karimunjawa National Park.


Kata Kunci : Dampak Pariwisata, Konservasi, Perikanan, Taman Nasional, Zonasi

  1. S1-2024-460127-abstract.pdf  
  2. S1-2024-460127-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-460127-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-460127-title.pdf