Pengaruh Tekanan dan Suhu Kempa Terhadap Sifat Papan Serat Batang Semu Pisang Kepok (Musa spp.)
Saufina Rohfiyadi, Prof. Dr. Ir. T. A. Prayitno, M. For.Ph.D
2008 | Skripsi | S1 KEHUTANANMenurut data Badan Pusat Statistik Jakarta tahun 2007, total produksi buah pisang di [ndonesia menc apai 5,385 juta ton dengan total luas lahan perkebunan sebesar 74.751 ha. Apabila perbandingan bobot segar antara batang, daun, dan buah pisang berturut-turut adalah 63 %, 14 %, dan 23 %, maka akan diperoleh batang segar sebanyak 14,749 juta ton pada tahun yang sama. Serat pisang yang akan diperoleh bila berdasarkan pada nilai rendemen 35,59 % sebesar 5,249 juta ton dan jika berdasarkan nilai rendemen 38,565 % akan diperoleh 5,688 juta ton. Penggunaan serat batang semu pisang untuk dijadikan papan serat merupakan salah satu altematif, mengingat papan serat dapat dibuat dari semua bahan yang memiliki lignoselulosa. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh kombinasi perlakuan yang optimal antara tekanan dan suhu kempa yang menghasilkan papan serat yang baik. Bahan penelitian berupa batang semu pisang kepok yang diperoleh dari Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulonprogo. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor, yaitu tekanan dengan 2 aras (40 kg/cm2 dan 60 kg/cm2 ) dan suhu dengan 3 aras (140, 160, dan 180 °C). Analisis yang dipakai merupakan analisis keragaman dengan factor suhu kempa dan lama kempa. Uji lanjut menggunakan uji HSD (Honestly Significant Difference). Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah kadar air, kerapatan, pengembangan tebal, penyerapan air, keteguhan lengkung statik, keteguhan sejajar permukaan, internal bonding, MOR (Modulus of Rupture) dan MOE (Modulus of Elasticity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara tekanan dan suhu kempa memberikan pengaruh nyata hanya pada kerapatan papan serat. Kerapatan papan terbesar 0,709 g/cm3 diperoleh pada kombinasi tekanan 60 kg/cm2 dan suhu kempa 180 °c. Faktor tekanan kempa berpengaruh nyata terhadap kadar air, internal bonding, dan modulus patah. Makin tinggi tekanan kempa, makin turun nilai kadar air, sedangkan makin tinggi tekanan kempa modulus patah semakin naik begitu pula dengan nilai keteguhan tarik tegak lurus pemmkaan. Faktor suhu kempa berpengaruh nyata terhadap kadar air, internal bonding, dan modulus patah. Makin tinggi suhu kempa, makin turun kadar air, sedangkan makin tinggi suhu kernpa makin tinggi nilai modulus patah dan internal bonding. Sifat mekanik papan serat telah memenuhi standar FAO (1966) dan NPA 4-73 nam un hanya sebagian sifat fisik papan serat yang memenuhi standar.
Kata Kunci : tekanan kempa, suhu kempa, papan serat, batang semu pisang