Analisis Konten Internalized Misogyny di Kolom Komentar Platform X Selebritas Arawinda Kirana pada Bulan November 2022
Anisa Kusumaningtyas, Dr. Novi Kurnia, M.Si., M.A.
2024 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Kasus perselingkuhan Arawinda Kirana, seorang aktris pendatang baru Indonesia, yang viral di platform X menuai opini negatif dari warganet yang terlihat dalam kolom komentar dua unggahannya pada bulan November 2022. Kolom komentar tersebut didominasi oleh reply dan quote post yang merendahkan dari pengguna perempuan. Penelitian ini menelaah makna pesan dari komentar pengguna perempuan tersebut menggunakan teori representasi dan menemukan adanya representasi internalized misogyny. Representasi-representasi tersebut kemudian dikaji menggunakan Skala Bozkur untuk mengaitkannya dengan bentuk-bentuk internalized misogyny yang ada. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap 24 komentar, penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna perempuan melakukan internalized misogyny dalam bentuk penghinaan (derogation), kehilangan jati diri/keberdayaan yang terinternalisasi (loss of self/internalized powerlessness), serta pemisahan diri dan persaingan (self-separation and competition).
Arawinda Kirana, an Indonesian new rising actress was involved in a cheating scandal and went viral on X (formerly Twitter). As a result, negative responses from X users were found in the comment section of her two posts in November 2022 which were dominated by insulting replies and quote posts posted by women. This thesis used Representation Theory to examine these insulting comments written by women and discovered representations of internalized misogyny. These representations were then categorized into forms of internalized misogyny using the Bozkur Scale. Based on the analysis of 24 comments by women X users, it showed that these women expressed internalized misogyny in the form of derogation, loss of self / internalized powerlessness, and self-separation & competition.
Kata Kunci : Arawinda Kirana, komentar negatif, representasi, internalized misogyny