Laporkan Masalah

KECERNAAN IN VITRO LIMBAH PADAT BATANG AREN (Arenga pinnata Merr) YANG DIFERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN ISOLAT FIBROLITIK CAIRAN RUMEN

Isti Rokhmawatie, Prof. Dr. Lies Mira Yusiati, SU.; Ir. Chusnul Hanim, M.Si.

2012 | Skripsi | S1 PETERNAKAN

KECERNAAN IN VITRO LIMBAH PADAT BATANG AREN (Arenga pinnata Merr) YANG DIFERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN ISOLAT FIBROLITIK CAIRAN RUMEN Isti Rokhmawatie 08/273055/PT/05609 INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan solat fibrolitik cairan rumen pada fermentasi limbah padat batang aren terhadap kecernaan in vitro. Limbah padat batang aren sebanyak 50 gram ditambah isolat fibrolitik sebanyak 0%, 5%, 10% dan 15% dari bahan kering, dengan 3 ulangan untuk setiap perlakuan. Fermentasi dilakukan dalam kondisi anaerob pada suhu ruang selama 21 hari. Parameter yang diamati adalah pengamatan uji fisik meliputi bau, tekstur, warna, keberadaan jamur, dan pH. Sampel hasil fermentasi kemudian dikeringkan pada suhu 55o C, selanjutnya dilakukan analisis komposisi kimia meliputi bahan kering (BK), bahan organik (BO), dan serat kasar (SK). Kecernaan yang diukur dengan metode in vitro meliputi kecernaan bahan kering (KcBK), bahan organik (KcBO), dan serat kasar (KcSK). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis variansi pola searah kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan’s multiple range test (DMRT). Hasil pengamatan fisik limbah padat batang aren diperoleh bau lebih asam, tekstur lebih halus, warna coklat, dan terdapat sedikit jamur. Penambahan isolat fibrolitik menyebabkan nilai pH menurun dari 4,93 menjadi 4,24, 4,17 dan 4,26 (P<0,01). Fermentasi limbah padat batang aren dengan isolat fibrolitik sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15% tidak berpengaruh terhadap kadar BK dan BO, namun berpengaruh terhadap SK yaitu meyebabkan penurunan dari 32,15% menjadi 28,17%, 28,44%, dan 27,43% (P<0,01), mampu meningkatkan KcBO dari 38,86% menjadi 45,26%, 48,01%, dan 49,26% (P<0,05), serta mampu meningkatkan KcBK dari 29,02% menjadi 33,87%, 37,03%, dan 38,13% namun tidak berpengaruh terhadap KcSK. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil suatu kesimpulan bahwa untuk meningkatkan nilai KcBO dan KcBK imbah padat batang aren dapat dilakukan melalui fermentasi dengan penambahan isolat fibrolitik sebesar 10%. Kata kunci: Limbah padat batang aren, Fermentasi, Isolat fibrolitik, Kecernaan in vitro

IN VITRO DIGESTIBILITY OF AREN (Arenga pinnata Merr) STEM’S SOLID WASTE FERMENTED BY FIBROLYTIC ISOLATE FROM CATTLE RUMEN FLUID Isti Rokhmawatie 08/273055/PT/05609 ABSTRACT This study was conducted to examine the effect of fIbrolytic isolate from cattle rumen fluid in aren stem’s solid waste fermentation on in vitro digestibility. Fibrolytic isolate 0%, 5%, 10% and 15% was added to 50 g aren stem’s solid waste bassed on it’s dry matter (DM), with three replicates for each treatment. Fermentation was done anaerobically at room temperature during 21 days. The fermented aren stem’s solid waste was examined for it’s physical quality including odor, texture, color, the presence of fungi and pH. Sample was taken out and dried at 55oC, then prepared for chemical composition analysis including dry matter (DM), organic matter (OM) and crude fiber (CF), as well as in vitro digestibility including dry matter digestibility (DMD), organic matter digestibility (OMD), and crude fiber digestibility (CFD). The data obtained were analyzed by variance analysis using one way design and continued by Duncan’s new multiple range test (DMRT) to examine the differences between mean values. The result showed that aren stem’s solid waste fermented by addition of fibrolytic isolate had more acid odor, smoother texture, brown color, and less fungi. Addition of fibrolytic isolate decreased pH values from 4.93 to 4.24, 4.17 and 4.26 (P<0.01). Fermentation by addition of fibrolytic isolate 0%, 5%, 10%, dan 15% had no effect on DM and OM contain but decreased CF contain respectively from 32.15% to 28.17%, 28.44%, and 27.43% (P<0.01), increased OMD respectively from 38.86% to 45.26%, 48.01%, and 49.26% (P<0.05), as well as DMD from 29.02% to 33.87%, 37.03%, and 38.13% but had no effect on CFD. It could be concluded that increasing of DMD and OMD aren stem’s solid waste could be done by fermentation with 10% fibrolytic isolate addition. Key words: Aren stem’s solid waste, Fermentation, Fibrolytic isolate, In vitro digestibility

Kata Kunci : Limbah padat batang aren, Fermentasi, Isolat fibrolitik, Kecernaan in vitro


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.