Daya Analgetika Beberapa Fraksi Buah Para Hijau (Momordica charantia Linn.) Pada Mencit Betina
Sophia Soerjandari , Dr. C.J. Soegihardjo, Apt.; Drs. Imono Argo Donatsu, SU, Apt.
1991 | Skripsi | S1 FARMASITelah dilakukan penelitian tentang besarnya daya analgetika senyawa triterpen dalam fraksi buah pare terhadap mencit betina. Penelitian ini dikerjakan mengikuti rancangan rambang lugas pola searah. Sembilan puluh ekor mencit betina dibagi menjadi enam kelompok sama banyak. Kelompok I diberi perlakuan asan asetat 0,5% dengan dosis 50 mg/kg BB secara intraperitoneal, sebagai kontrol. Kelompok II diberi perlakuan air 3768 mg/kg BB. Kelompok III diberi perlakuan polivinilpirolidon 10% dengan dosis 3768 mg/kg BB. Kelompok IV diberi perlakuan asetosal 1% dalam polivinilpirolidon 10% dengan dosis 3768 ng/kg BB. Kelompok V diberi perlakuan fraksi etil asetat 18,84% dalam polivinilpirolidon 10% dengan dosis 3768 mg/kg BB. Kelompok VI diberi perlakuan fraksi n-butanol 18,84% dalam polivinilpirolidon 10% dengan dosis 3768 mg/kg BB. Perlakuan pada kelompok II, III, IV, V dan VI diberikan secara oral. Setelah hewan uji mendapat perlakuan sesuai dengan kelompoknya, selanjutnya dianati jumlah geliatnya setiap interval waktu lima menit, selama satu jam. Dengan persamaan Handershot dan Forsaith (1959) dapat diperoleh. prosentase daya analgetika. Terjadinya efek analgetika fraksi buah pare jumlah kumulatif geliat -asetat jam dan prosentase daya dievaluasi berdasarkan mencit selama satu analgetika. Perbedaan potensi antar kelompok perlakuan yang didapat, dianalisis secara statistik dengan analisis varian satu jalan, kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan, kelompok perlakuan dengan fraksi etil asetat dan fraksi n-butanol buah pare memiliki daya analgetika sebesar 52,582,85%, sebaliknya fraksi n-butanol memberikan daya analgetika sebesar 42,65 ± 2,03%. Prosentase perbedaan daya analgetika fraksi etil asetat terhadap asetosal adalah 10,59% dan daya analgetika fraksi n-butanol memiliki prosentase per- bedaan dengan asetosal sebesar 27,48%. Hasil tersebut menunjukkan potensi analgetika fraksi etil asetat pada dosis 3768 mg/kg BB setingkat dengan asetosal pada dosis 109,2 mg/kg BB dan potensi analgetika fraksi n-butanol pada dosis 3768 mg/kg BB lebih rendah daripada asetosal pada dosis 109,2 mg/kg BB. Hasil tersebut didukung pula dengan analisis kromatografi lapis tipis pada fraksi etil asetat maupun fraksi n-butanol buah pare. Pada fraksi etil asetat mempunyai jumlah komponen senyawa triterpen lebih banyak daripada fraksi n butanol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa praperlakuan triterpen fraksi etil asetat dan fraksi n-butanol buah pare mampu memberikan daya analgetika dengan potensi analgetika lebih besar pada fraksi etil asetat.
Kata Kunci : Analgetika, Mencit betina, Pare, Triterpen