Pengaruh kondisi sosial ekonomi masyarakat terhadap partisipasi dalam pembangunan prasarana fisik desa di kecamatan Piyungan kabupaten Bantul
Rr. Angkin Prewita Sari, Drs. Irfan Yahya, M.S.; Drs.R. Rijanta, M.Sc.
2002 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKecamatan Piyungan merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak relatif dekat dengan Pusat Kota Yogyakarta sejauh kurang lebih 14 km. Kecamatan Piyungan terdiri dari tiga desa yaitu Desa Sitimulyo, Desa Srimulyo dan Desa Srimartani. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil 2 sampel desa yaitu Desa Sitimulyo dan Desa Srimulyo. Kedua desa ini mempunyai topografi yang berbeda, Desa Sitimulyo bertopografi dataran sedangkan Desa Srimulyo bertopografi perbukitan. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani, buruh tani dan peternak. Hal ini mungkin disebabkan masih luasnya lahan pertanian maupun lahan kosong di Kecamatan Piyungan, khususnya Desa Srimulyo yang sebagian besar berupa perbukitan (66,6% dari luas total). Tujuan penelitian ini untuk melihat apakah ada perbedaan variasi tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan prasarana fisik dua desa di Kecamatan Piyungan dan untuk melihat faktor sosial ekonomi yang paling berpengaruh terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan prasarana fisik dua desa di Kecamatan Piyungan. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisa kuantitatif dilakukan dengan uji statistik Chi Square dan Regresi Linier Berganda. Perbedaan variasi tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan prasarana fisik desa dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Salah satunya faktor sosial ekonomi yang meliputi tingkat pendidikan, pendapatan, jumlah anggota RT produktif dalam keluarga dan jarak rumah terhadap pelaksanaan program pembangunan (aksesibilitas). Dari keempat faktor ini, faktor pendidikan dan faktor aksesibilitas merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat partisipasi masyarakat. Jadi semakin tinggi kedua faktor ini maka semakin tinggi tingkat partisipasi orang tersebut dalam pembangunan prasarana fisik desa. Selain faktor sosial ekonomi di atas, ternyata faktor kelembagaan, kondisi topografis dan peran Kepala Desa sangat mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Dalam partisipasi didasari oleh semangat gotong royong dan asas musyawarah dan mufakat. Oleh sebab itu kegiatan pembangunan desa pada hakekatnya berproses dari bawah dan diorganisir oleh LKMD. Proses pembangunan yang telah menggunakan pendekatan partisipasi harus dipertahankan untuk menjaga kesinambungan pembangunan desa.
Kata Kunci : ekonomi masyarakat,Bantul,DIY,Pembangunan Prasarana Fisik