Laporkan Masalah

Pendapatan pedagang bahan makanan di pasar Beringhardjo kotamadya Yogyakarta pasca renovasi (kasus lantai dua da tiga)

Rr. Wiwik Puji Mulyani, Prof. Drs. Kasto, M.A.; Drs. R. Rijanta, M.Sc

1996 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya renovasi Pasar Beringharjo yang diperkirakan mempengaruhi keadaan pedagang terutama yang berhubungan dengan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keadaan pendapatan , menurut lokasi dan perubahan pendapatan sebelum dan sesudah relokasi, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan yaitu lokasi usaha, jenis dagangan, jam kerja dan modal berputar. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder; data primer merupakan hasil wawancara dari 170 responden dan data sekunder diperoleh dari Kantor Dinas Pasar Kotamadia Yogyakarta. Pemilihan daerah penelitian mempergunakan metode purposive sampling, dan penetapan jumlah sampel secara quota. Pengambilan sampel dengan metode eksidentil sampling. Analisa yang digunakan adalah tabel frekuensi dan analisa tabel silang serta nilai rata- rata. Pedagang bahan makanan di Pasar Beringharjo mempunyai umur rata-rata 43,3 tahun. Tingkat pendidikan pedagang sebagian besar (71,9 persen) masih rendah. Rata-rata tanggungan keluarga adalah 3,1 orang. Rata-rata jam kerja 60 jam per minggu. Sebagian besar (25,9 persen) berasal dari Kabupaten Sleman dan disusul Kotamadia Yogyakarta (23,5 persen). Walaupun demikian, saat penelitian dilaksanakan, persentase terbesar (39,4 persen) pedagang bertempat tinggal di Kotamadia Yogyakarta. Rata-rata lama bekerja di Pasar beringharjo adalah 19,3 tahun. Jam kerja pedagang di lantai tiga lebih rendah dari- pada jam kerja pedagang di lantai dua (54 jam per minggu dibandingkan 63 jam per minggu). Modal berputar pedagang di lantai tiga lebih tinggi dibandingkan modal berputar peda- gang bahan makanan di lantai dua (Rp. 341.200,- minggu dibandingkan Rp. 208.950 per minggu). Rata-rata modal berputar pedagang Rp.263.405,-. Rata-rata pendapatan pedagang bahan makanan di lantai dua sebesar Rp. 44.840,- per minggu, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pendapatan pedagang di lantai tiga yaitu Rp. 36.770,- per minggu. Pedagang di lantai tiga lebih banyak (85,7 persen) menyatakan penurunan pendapatan dah renovasi dibandingkan sebelum relokasi daripada gang lantai dua (42 persen). Pendapatan dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain lokasi, modal berputar. Tidak terdapat hubungan antara jam kerja dengan pendapatan karena pendapatan lebih dipengaruhi oleh lokasi. Pendapatan peda- gang sebagian besar (88,2 persen) masih berada di bawah batas Kebutuhan Fisik Minimum (KFM-K3) Bulan Juni 1995 di Yogyakarta, yaitu sebesar Rp.166.068,- (KFM Rp. 320.628,-). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah adanya penurunan pendapatan sebagian besar (60 persen) pedagang akibat relokasi/relokasi. Walaupun demikian ternyata modal sangat berpengaruh terhadap pendapatan. Oleh karena itu perlu adanya bantuan dan pembinaan pengelolaan modal usaha. Selain itu, penataan pedagang perlu memperhatikan sifat-sifat tradisional yang masih dipunyai.

-

Kata Kunci : Pendapatan pedagang,Pedagang Bahan Makanan,Gondomanan,Kota Yogyakarta,DIY

  1. S1-1996-79397-RR_Wiwik_Puji_Mulyani-abstract.pdf  
  2. S1-1996-79397-RR_Wiwik_Puji_Mulyani-bibliography.pdf  
  3. S1-1996-79397-RR_Wiwik_Puji_Mulyani-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1996-79397-RR_Wiwik_Puji_Mulyani-title.pdf