Laporkan Masalah

KECERNAAN IN VITRO BAHAN PAKAN SUMBER PROTEIN DAN ASAM LEMAK TERPROTEKSI

Fariz Ahmad Fadilah, Prof. Dr. Ir. Ristianto Utomo, SU.; Prof. Dr. Ir. Kustantinah, DEA., IPU

2012 | Skripsi | S1 PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sabun kalsium sebagai agen proteksi pada bahan pakan sumber protein dan asam lemak. Pada penelitian ini digunakan metode in vitro two-stages dengan rancangan percobaan yang berbeda pada setiap tahapnya. Pada in vitro tahap I digunakan completely randomized block design (CRBD) dengan titik inkubasi sebagai blok yaitu titik inkubasi jam ke 2, 4, 8, 12, 24 dan 48. Pada in vitro tahap II digunakan completely randomized design (CRD). Perlakuan terdiri atas T1 = bungkil kedelai, T2 = bungkil kedelai + minyak ikan lemuru tanpa penyabunan, T3 = bungkil kedelai + minyak ikan lemuru dengan penyabunan. Apabila hasil analisis menunjukan perbedaan rerata yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s new multiple range test (DMRT). Variabel yang diamati yaitu nilai pH, kecernaan bahan kering, dan kecernaan bahan organik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata nilai kecernaan in vitro bahan kering dan bahan organik pada tahap I dan tahap II berbeda nyata diantara masing-masing perlakuan. Nilai kecernaan T1, T2, dan T3 berturut-turut pada tahap I adalah 61,49%; 22,03%; 50,94% untuk bahan kering dan 55,80%; 17,89%; 48,26% untuk bahan organik, sedangkan nilai kecernaan T1, T2, dan T3 berturut-turut pada tahap II adalah 94,46%; 47,14%; 63,98% untuk bahan kering dan 92,44%; 44,07%; 52,18% untuk bahan organik. Nilai pH tidak berbeda nyata diantara masing-masing perlakuan, nilai pH T1, T2, dan T3 berturut-turut pada tahap I adalah 7,05; 7,08; 7,10 dan pada tahap II adalah 1,05; 1,02; 1,01. Penggunaan sabun kalsium sebagai agen proteksi pada minyak ikan lemuru dan bungkil kedelai dapat menurunkan nilai kecernaan in vitro bahan kering dan bahan organik serta tidak memengaruhi nilai pH pada tahap I dan II.Kata kunci: Kecernaan, In vitro, Proteksi, Bungkil kedelai, Minyak ikan lemuru

The aim of this experiment was to study Ca soap usage as protection agent for protein and fatty acids feedstuff. In vitro two-stages method was used in this experiment with different experimental design for each stage. Completely randomized block design (CRBD) was used for in vitro first stage with point of incubation as block were 2, 4, 8, 12, 24, 48 h. completely randomized design (CRD) was used for second stage. Three treatment were used in this experiment, T1= soybean meal, T2= soybean meal + lemuru oil without saponification, T3= soybean meal + lemuru oil with saponification. Variable was observed were pH value, dry matter digestibility, and organic matter digestibility. The results of experiment showed that the average value of dry matter and organic matter in vitro digestibility for the first stage and second stage were significantly different between each treatment. Digestibility value of T1, T2, T3 in order for the first stage were 61.49%; 22.03%; 50.94% for dry matter and 55.80%; 17.89%; 48.26% for organic matter. While the digestibility value of T1, T2, T3 in order for the second stage were 94.46%; 47.14%; 63.98% for dry matter and 92.44%; 44.07%; 52.18% for organic matter. pH values were not significantly different between each treatment, the pH value of T1, T2, and T3 in order for the first stage were 7.05; 7.08; 7.10 and for the second stage were 1.05; 1.02; 1.01. Ca soap usage as protection agent for soybean meal and lemuru oil can decrease in vitro digestibility of dry matter and organic matter and did not effect pH value in stage I and II. Key words: Digestibility, In vitro, Protection, Soybean meal, Lemuru oil

Kata Kunci : Kecernaan, In vitro, Proteksi, Bungkil kedelai, Minyak ikan lemuru


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.