Laporkan Masalah

Industri rotan di desa Tegalwangi, kecamatan Weru kabupaten Dati II Cirebon

Sarodin Bin Haji Shahri, Drs. St. M. Tohardi

1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Industri Rotan Di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Dati II Cirebon dengan penekanan kepada efektivitas sistem manajemen payung antara industri besar dan sedang dengan industri kecil dan industri rumah tangga. Penelitian dilakukan di desa Tegalwangi terletak ± 10 km dari Ibukota dan pusat pemerintahan Kabupaten Dati II Cirebon. Tiga tujuan yang diutamakan dalam penelitian ini adalah mempelajari pola persebaran lokasi industri skala kecil dan industri rumah tangga dalam hubungannya dengan industri besar dan sedang, mempelajari peranan faktor- faktor industri dalam penerapan sistem manajemen payung dan sejauhmana efektivitas sistem manajemen payung industri manufaktur rotan di desa Tegalwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan responden pengusaha-pengusaha industri rotan skala besar dan sedang yang berperan sebagai bapak angkat, serta industri kecil dan industri rumah tangga, yang menjadi anak angkat atau sub kontrak. Untuk mengetahui pola persebaran industri dari dua golongan pengusaha tersebut, diobservasi dengan mengunakan peta skala 1 : 2500 dibantu sketsa peta wilcah, Kantor Statistik, Kabupaten Cirebon. Untuk menguji pola persebarannya, dibuktikan dengan Analisa Tetangga Terdekat oleh Clark dan Evans. Sementara jumlah responden seluruhnya sebanyak 59 pengusaha, diambil secara purposive sampling, yaitu lima pengusaha industri besar dan sedang dan 54 pengusaha industri kecil dan industri rumah tangga, dengan pertimbangan antara kedua golongan industri tersebut mempunyai hubungan dalam sistem manajemen payung. Analisa data menggunakan tabel frekuensi dan silang, sedangkan pembuktian dilakukan dengan menggunakan uji statistik korelasi product moment oleh Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Pola persebaran industri besar dan sedang menerapkan sistem manajemen payung tersebar merata, sedangkan pola persebaran industri kecil dan industri rumah tangga bergerombol disekitar perusahaan induk atau bapak angkat. 2. Faktor-faktor industri yang sangat mengikat industri kecil dan industri rumah tangga terhadap industri besar dan sedang yang menjadi perusahaan induk adalah faktor bahan baku, pemasaran dan modal uang. 3. Tingkat produksi industri kecil dan industri rumah tangga sangat dipengaruhi oleh tingkat pesanan industri besar dan sedang pada musim sepi maupun musim ramai. 4. Hubungan antara pendapatan industri besar dan sedang dengan pengeluaran untuk anak angkat atau sub kontrak tidak signifikan

-

Kata Kunci : Industri rotan,Industri Rumahtangga,Manufaktur,Industri Kecil,Tegalwangi,Weru,Cirebon,Jawa Barat

  1. S1-1991-2856-Sarodin_Bin_Haji_Shahri-abstract.pdf  
  2. S1-1991-2856-Sarodin_Bin_Haji_Shahri-bibliography.pdf  
  3. S1-1991-2856-Sarodin_Bin_Haji_Shahri-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1991-2856-Sarodin_Bin_Haji_Shahri-title.pdf