Laporkan Masalah

Strategi kelangsungan hidup wanita kepala rumah tangga (WPRT) di desa Margorejo kecamatan Tempel Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

Rr. Irfandita Kusumastuti, Prof. Dr. Ida Bagoes Mantra; Dra. Riningsih Saladi, M.A.

1996 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Jumlah wanita kepala rumah tangga di Indonesia meningkat secara absolut, meskipun secara relatif menunjukkan penurunan, hal ini merupakan suatu gejala yang menarik. Beberapa penelitian terdahulu menemukan berbagai ciri khas wanita kepala rumah tangga baik di pedesaan maupun di perkotaan. Selanjutnya penelitian yang akan mengetahui berbagai strategi yang dilakukan oleh wanita kepala rumah tangga di pedesaan ini diberi judul: "Strategi Kelangsungan Hidup Wanita Kepala Rumah Tangga di Desa Margorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi demografi dan sosial ekonomi wanita kepala rumah tangga dan mengetahui strategi apa saja yang dilakukan oleh wanita kepala rumah tangga dipedesaan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidup rumah tangganya yang meliputi strategi jenis pekerjaan, sumber pendapatan, jamm kerja, fleksibilitas komposisi rumah tangga, menghemat pengeluaran dan jaringan sosial informal. Metode penelitian menggunakan observasi dan survai. Penentuan lokasi penelitian dengan Purposive Sampling. Jumlah sampel yang diambil 138 responden berdasarkan proposiaonal ramdom sampling sebesar 35 persen dari populasi sebanyak 379. Kriteria pengambilan responden adalah wanita yang berstatus sebagai kepala rumah tangga, baik berstatus belum kawin, kawin, cerai hidup maupun cerai mati. Selanjutnya dari hasil wawancara berstruktur dengan responden menggunakan kuesioner, data dianalisa dengan menggunakan tabel frekuensi dan tabel silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya wanita kepala rumah tangga wanita tersebut berumur tua 61,6 persen dan berpendidikan rendah 58,8 persen. Sedangkan jumlah tanggungan rumah tangganya antara 3 - 5 orang sebesar 26,1 persen dan berstatus ekonomi rata-rata menengah kebawah sebesar 44,7 persen. Pekerjaan mereka paling besar disektor pertanian sebesar 32,5 persen dari jumlah responden yang bekerja yaitu sebesar 89,1 persen. Untuk mempertahankan kelangsungan hidup rumahtangga dan meningkatkan kesejahteraan rumahtangganya, kepala rumahtangga wanita tersebut melakukan berbagai aktivitas dan strategi antara lain dengan melakukan strategi jenis pekerjaan, sumber pendapatan, jam kerja, fleksibilitas komposisi rumah tangga, menghemat pengeluaran dan memperoleh jaringan sosial informal. Untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rumahtangga yang dikepalai wanita, kebijaksanaan yang perlu dilaksanakan adalah memberikan ketrampilan dan pendidikan melalui kursus-kursus agar mereka mampu meningkatkan kemandiriannya dan dengan demikian pendapatan yang diperolehnya juga akan ikut meningkat.

-

Kata Kunci : Strategi Penghidupan,Kepala Rumahtangga,Tempel,Sleman,DIY

  1. S1-1996-80389-RR_Irfandita_Kusumastuti-abstract.pdf  
  2. S1-1996-80389-RR_Irfandita_Kusumastuti-bibliography.pdf  
  3. S1-1996-80389-RR_Irfandita_Kusumastuti-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1996-80389-RR_Irfandita_Kusumastuti-title.pdf