Laporkan Masalah

Perkreditan petani bawang putih di kecamatan Kretek kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta

Rohmi Rahayu, Drs. A.J. Suhardjo, M.A.

1990 | Skripsi | S1 GEOGRAFI MANUSIA

Penelitian mengenai perkreditan petani bawang putih berangkat dari permasalahan adanya perbedaan penggunaan kredit petani bawang putih di desa-desa yang memiliki areal tanaman bawang putih di daerah penelitian. Tujuannya adalah untuk mengetahui penggunaan kredit petani bawang putih dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti pendapatan dan pengalaman usaha tani bawang putih. Metode penelitiannya menggunakan metode survai dan teknik purposive sampling untuk menentukan dua dusun sampel, yaitu dusun Sono-Samiran di desa Parangtritis dan dusun Buruhan di desa Tirto sari. Populasinya adalah petani bawang putih di dusun Sono-Samiran dan dusun Buruhan, sedangkan respondennya adalah petani bawang putih dari ketiga dusun (Sono, Samiran dan Buruhan), yang masing-masing dusun diambil 50 responden. Analisis data menggunakan analisis distribusi frekuensi untuk analisa satu variabel, sedangkan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel digunakan analisa Chi-Square aan Korelasi Product-Moment. Hasil penelitian di Kecamatan Kretek menunjukkan bahwa du dusun Sono-Samiran, petani yang menggunakan kredit pemerintah 67,7% yang didominasi oleh petani pemakai kredit dari KUT. Petani yang menggunakan kredit informal 14,9 persen dan petani yang tidak mengambil kredit 17,4%. Di ausun Buruhan, petani pemakai kredit swasta 55,4%, pemakai kredit pemerintah 16, 1%, pemakai kredit informal 17,9 persen dan petani yang tidak mengambil kredit 10,6%. Kecamatan Kretek lebih dari 50% petaninya berpendapatan pertanian dan bukan pertanian rendah. Petani berpendapatan keseluruhan tinggi dominan di dusun Sono-Samiran petani berpendapatan rendah dominan di dusun Buruhan. Petani berpendapatan rendah menggunakan kreait bukan formal dan petani berpendapatan tinggi menggunakan kredit formal. Perbedaan ini didukung dengan harga Chi-Square 13,44. Harga ini sesuai dengan harga Chi-Square dalam tabel pada interval kepercayaan 90%. Petani yang lebih pengalaman menanam bawang putih menggunakan kreait pemerintah, sedang pe- tani yang kurang pengalaman menggunakan kreait swasta. Perbedaan ini didukung dengan harga Chi-Square 15,32 yang nilainya lebih besar dari harga Chi-Square dalam tabel sebesar 15, 1 pada interval kepercayaan 99%. Di ausun Sono-Samiran, petani yang berpendapatan pertanian, bukan perta- nian dan berpendapatan keselurunan tinggi menggunakan kredit besar (> Rp 200.000,00) dan petani yang berpendapatan rendah menggunakan kredit kecil (< Rp 100.000,00). Di dusun Buruhan, baik petani berpendapatan rendan, sedang maupun tinggi menggunakan kredit besar (> Rp 200.000,00). Hubungan pendapatan pertanian, bukan pertanian dan pendapatan keseluruhan dengan besarnya kredit didukung oleh narga r Product-Moment berturut-turut 0,205 1, 0,3053 dan 0,3574. Proporsi kreuit terhadap hasil usaha taninya petani kaya 0,3094, petani cukupan 0,4203 dan petani miskin 0,8571. Nilai Chi-Square 25,0532 dan nilai korelasi (r) -0,5309.

-

Kata Kunci : Kredit petani,Petani Bawang Putih,Kretek,Bantul,DIY

  1. S1-1990-2494-Rohmi_Rahayu_I-abstract.PDF  
  2. S1-1990-2494-Rohmi_Rahayu_I-bibliography.PDF  
  3. S1-1990-2494-Rohmi_Rahayu_I-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1990-2494-Rohmi_Rahayu_I-title.PDF