Kecemasan isteri dalam menghadapi perceraian ditinjau dari dukungan sosial dan tipe kepribadian
NIDA, Fatma Laili Khoirun, Prof.Dr. Djamaludin Ancok
2004 | Tesis | S2 Psikologiisteri untuk mengakhiri perkawinan mereka. Keputusan bercerai tersebut sering menjadi salah satu jalan terakhir untuk menghindari konflik yang sering muncul akibat ketidak cocokan mereka. Namun keputusan bercerai tersebut sering diikuti perasaan cemas dan stress bagi mereka yang menjalaninya. Hal ini dapat terjadi karena dari perceraian itu sendiri sering mendatangkan perubahanperubahan keadaan yang tidak menyenangkan bagi mereka yang menjalani khususnya isteri. Perubahan tersebut meliputi perubahan yang menyangkut pemenuhan kebutuhan finansial, perubahan penilaian masyarakat terhadap mereka yang mendorong munculnya rasa bersalah, khawatir tidak sanggup mencukupi kebutuhan hidup sendiri, khawatir terhadap masa depan anak, malu dan putus asa. Perasaan-perasaan tersebut pada akhirnya menjadi pemicu munculnya kecemasan pada diri mereka dalam menghadapi perceraian. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) apakah ada hubungan kecemasan isteri dalam menghadapi perceraian dengan dukungan sosial (2) apakah ada hubungan antara kecemasan isteri dalam menghadapi perceraian dengan tipe kepribadian. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dukungan sosial dan tipe kepribadian dalam teori kepribadian Big Five Personality, yang meliputi kepribadian neuroticism, extrovert, agreeableness, conscientiousness dan open to experience. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah kecemasan isteri dalam menghadapi perceraian. Subjek dalam penelitian ini adalah terdiri dari 60 orang isteri yang sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Agama Kabupaten Sleman. Adapun analisis data menggunakan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan : (1) ada hubungan negatif signifikan antara dukungan sosial dengan kecemasan isteri dalam menghadapi perceraian (rxy = - 0.457; p=0.000), (2) ada hubungan negatif signifikan antara kecemasan isteri dalam menghadapi perceraian dengan tipe kepribadian neurotics (rxy=0.403; p=0,002), tipe kepribadian extrovert (rxy=-0.402; p=0.002), tipe kepribadian agreeableness (rxy=-0.314;p= 0.014), tipe kepribadian conscientiousness (rxy=- 0.266;p=0.037) dan tipe kepribadian open to experience (rxy=-0.348;p=0.007).
Divorce is a condition that often used to end the marriage. This decision is usually one of final ways to avoid conflicts between them. However, this decision used to followed by anxiety and stress. It can be happen because the divorce will make some changes and bad condition, especially for the wife. These changes involve financial fulfillment, the change of people’s view that make them feel guilty, a worry that they can not fulfill their own needs, a worry of their children’s future, shame and hopeless. This research is aimed to find (1) is there any relationship between anxiety divorce of wife and social support (2) is there any relationship between anxiety divorce of wife and personality. Independent variables in this research are social support and personality in the Big Five Personality theory, including personalities of neuroticism, extrovert, agreeableness, conscientiousness and open to experience. Moreover, dependent variable in this research is anxiety divorce of wife. Subject in this research consist of 60 wives who in processing the divorce in the court of Pengadilan Agama Kabupaten Sleman (Religion Court in Sleman District). The data analysis uses regression analysis technique. The result shown: (1) there is significant negative relation between social support and anxiety divorce (rxy=-0.457; p=0.000), (2) there is significant negative relation between anxiety divorce of wife and personality of neurotics (rxy=0.403; p=0.002), extrovert (rxy=-0.402; p=0.002), agreeableness (rxy= =0.314; p=0.014), conscientiousness (rxy=0.266; p=0.037), and open to experience (rxy=-0.348; p=0.007).
Kata Kunci : Kepribadian dan Dukungan Sosial,Kecemasan,Perceraian, anxiety, social support, neuroticism, extrovert, agreeableness, conscientiousness, open to experience