PEMELIHARAAN DAN PRODUKTIVITAS INDUK SAPI BALI DIBANDING SAPI PERANAKAN ONGOLE DI KECAMATAN SEPUTIH RAMAN, KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
Andika Jayanti, Dr. Ir. Sigit Bintara, M.Si.; Prof. Dr. Ir. Endang Baliarti, SU
2012 | Skripsi | S1 PETERNAKANPEMELIHARAAN DAN PRODUKTIVITAS INDUK SAPI BALI DIBANDING SAPI PERANAKAN ONGOLE DI KECAMATAN SEPUTIH RAMAN, KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Andika Jayanti 07/257613/PT/05442 Intisari Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen pemeliharaan dan produktivitas induk sapi Bali dibandingkan sapi Peranakan Ongole (PO) di Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2011. Responden yang digunakan adalah 50 peternak pemelihara induk sapi Bali dan 50 peternak pemelihara induk sapi PO serta induk sapi yang dimiliki. Metode yang digunakan adalah survei dengan cara wawancara kepada peternak. Data yang diambil adalah profil peternak, manajemen pemeliharaan dan produktivitas. Data yang diperoleh dihitung rata-rata dan standar error atau persentasenya. Untuk mengetahui keseragaman data pada profil peternak (kecuali umur, jumlah keluarga dan pengalaman beternak) dianalisis dengan uji Chi Square. Untuk membedakan produktivitas induk sapi Bali dan sapi PO data dianalisis menggunakan uji Independent Samples T Test. Hasil penelitian terhadap pemeliharaan menunjukkan pakan yang diberikan pada kedua sapi tidak berbeda berupa hijauan, konsentrat, dan pakan tambahan lainnya. Manajemen perkawinan pada induk sapi Bali dan PO berbeda berturut-turut 58% dan 10% kawin alam, 12% dan 62% kawin suntik, sisanya 30% dan 28% campuran. Pedet disapih pada umur tidak berbeda nyata yaitu 6,76±0,21 bulan pada sapi Bali dan 7,12±0,24 bulan pada sapi PO. Data produktivitas induk sapi Bali dan sapi PO berbeda nyata (P<0,05) secara berturut-turut untuk umur pubertas 19,12±0,76 bulan dan 21,89±0,97 bulan, umur pertama kawin 21,48±0,81 bulan dan 24,21±0,97 bulan, umur pertama beranak 31,02 ± 0,84 bulan dan 33,96 ± 0,90 bulan, post partum estrus 2,36±0,18 bulan dan 5,11±0,31 bulan, post partum mating 3,04±0,19 bulan dan 5,66±0,31 bulan, calving interval 12,39±0,21 bulan dan 15,29±0,43 bulan. Disimpulkan bahwa pemeliharaan induk sapi Bali secara umum tidak berbeda dengan sapi PO, maka demikian produktivitas induk sapi Bali lebih bagus. (Kata Kunci : Pemeliharaan, Produktivitas induk, Sapi Bali, Sapi PO, Kecamatan Seputih Raman)
MAINTENANCE AND PRODUCTIVITY OF BALI CATTLE COMPARED WITH ONGOLE GRADE COWS IN SEPUTIH RAMAN SUB DISTRICT, CENTRAL LAMPUNG REGENCY Andika Jayanti 07/257613/PT/05442 Abstract The aim of this study was to determine maintenance and productivity of Bali cattle compared with Ongole Grade (PO) cows in the Seputih Raman district, Central Lampung regency. This study was done in Juli until August 2011. The materials to be used were 50 farmers which kept of Bali cows and 50 farmers which kept of Ongole Grade cows and their cows. Survey were done by interviewing the farmers. The observed data were farmers characteristic, maintenance and productivity. The study calculated the average and standard error or percentage. To knew uniformity of data on farmers characteristic (except age of farmer, total of family, an experience of breed) were analyzed using Chi Square test. To distinguish productivity of Bali and PO cows the data were analyzed using Independent Samples T Test. The results of maintenance showed that the feed offered was not different in forms of forage, concentrate, and feed additives. Management of mating in Bali cows and PO cows were respectively 58% and 10% of natural mating, 12% and 62% artificial isemination, as well as 30% and 28% natural mating mix artificial isemination. Weaning of calves were not different on 6.76±0.21 months of Bali and 7.12±0.24 months of PO. The data productivity of Bali and PO cows were different that age of puberty were 19.12±0.76 months and 21.89±0.97 months, age of first mating were 21.48±0.81 months and 24.21±0.97 months, age of first partum were 31.02±0.84 months and 33.96±0.90 months, post partum estrus on 2.36±0.18 months and 5.11±0.31 months, post partum mating on 3.04±0.19 months and 5.66±0.31 months, calving interval on 12.39±0.21 months and 15.29±0.43 months. The concluded there were not difference between Bali cows and PO cows on maintenance, so Bali cows had good productivity. (Key Words : Maintenance, Productivity, Bali cows, PO cows, Seputih Raman sub district)
Kata Kunci : Pemeliharaan, Produktivitas induk, Sapi Bali, Sapi PO, Kecamatan Seputih Raman