ANALISIS INCOME OVER FEED COST KAMBING PERANAKAN ETTAWA PADA PERIODE DARA YANG DIBERI PAKAN SECARA TRADISIONAL DI DESA PURWOBINANGUN, PAKEM, KABUPATEN SLEMAN
Ana Maghfiroh, Prof. Dr.Ir. Kustantinah, DEA; Prof. Dr. Ir. Sudi Nurtini, SU.
2012 | Skripsi | S1 PETERNAKANv ANALISIS INCOME OVER FEED COST KAMBING PERANAKAN ETTAWA PADA PERIODE DARA YANG DIBERI PAKAN SECARA TRADISIONAL DI DESA PURWOBINANGUN, PAKEM, KABUPATEN SLEMAN Ana Maghfiroh 2008/273050/PT/05608 INTISARI Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis Income Over Feed Cost Kambing PE pada periode dara yang diberi pakan secara tradisional. Penelitian dilakukan di Dusun Tritis, Tegal dan Turgo menggunakan 14 ekor kambing PE yang dimiliki oleh 8 peternak. Penelitian ini dilaksanakan selama 8 bulan yakni 3 bulan pertama (90 hari) untuk penimbangan bobot awal dan bobot akhir ternak dan bulan selanjutnya untuk analisis BK dan BO. Pada pakan diamati BK dan BO yang terkonsumsi oleh ternak. Hasil dari penelitian ini diperoleh rata-rata dan salah baku pertambahan bobot badan di Tritis 12,92 ± 1,50 kg, Tegal 11,20 ± 1,68 kg, Turgo 9,20 ± 1,50 kg, rata-rata dan salah baku konsumsi pakan segar di Tritis 6,47 ± 0,44 kg, Tegal 4,92 ± 0,49 kg, Turgo 5,03 ± 0,44 kg, rata-rata dan salah baku konsumsi BK di Tritis 1,21 ± 0,09 kg, Tegal 1,15 ± 0,1 kg, Turgo 1,00 ± 0,09 kg dan rata-rata dan salah baku konsumsi BO di Tritis 1,09 ± 0,09 kg, Tegal 1,03 ± 0,1 kg, Turgo 0,88 ± 0,09 kg. Tidak terdapat perbedaan efek lokasi yang sangat nyata terhadap pertambahan bobot badan ternak, konsumsi pakan segar, BK dan BO (P>0,05). Pada perhitungan Income Over Feed Cost per ekor per 3 bulan (selama penelitian) diperoleh Rp498972,32 untuk Tritis, Rp415430,20 untuk Tegal dan Rp318288,20 untuk Turgo dengan bobot akhir berturut- turut 33 kg, 33,8 kg dan 28,84 kg. Dapat disimpulkan bahwa dengan pakan tradisional yang tersedia di lokasi penelitian menghasilkan Income Over Feed Cost yang positif (menguntungkan) serta menghasilkan bobot badan ternak sesuai standard pada periode dara yang siap kawin. Kata kunci: Kambing PE, Pakan Tradisional, Nutrien Pakan, Nilai Ekonomis
ANALYSIS OF INCOME OVER FEED COST OF PERANAKAN ETTAWA GOAT FED TRADISIONALLY IN PURWOBINANGUN, PAKEM, SLEMAN Ana Maghfiroh 2008/273050/PT/05608 ABSTRACT The study was conducted to analyze income over feed cost of female yearling Ettawa crossed bred goats fed tradisionally. The study was conducted in the Tritis, Tegal and Turgo, used 14 ewes owned by eight farmers. The study was carried out for 8 months, the first 3 months (90 days) for measuring body weight from the initial to final period of the study and the next month for analysis feed dry matter and organic matter, to observe dry matter and organic matter consumed by ewe goat. The study obtained the average body weight gain in Tritis 12.92 ± 1.50 kg, Tegal 11.20 ± 1.68 kg, Turgo 9.20 ± 1.50 kg, the average feed consumption in Tritis 6.47 ± 0.44 kg, Tegal 4.92 ± 0.49 kg, Turgo 5.03 ± 0.44 kg, the average dry matter consumption in Tritis 1.21 ± 0.09 kg, Tegal 1.15 ± 0.10 kg, Turgo 1.00 ± 0.09 kg and the average consumption of organic matter in Tritis 1.09 ± 0.09 kg, Tegal 1.03 ± 0.1 kg, Turgo 0.88 ± 0.09 kg. There were no significant differences of location on animal body weight gain, feed consumption, dry matter and organic matter. Income Over Feed Cost/ goat/ 3 months (during study) was Rp 498972,32 for Tritis, Rp 415430,20 for Tegal and Rp 318288,20 for Turgo. The end of a weight 33.00 kg, 33.80 kg and 28.84 kg. It can be concluded that the traditional fed available at the sites generate Income Over Feed Cost positive (benefit) and body weight of goat as standard in the ewe ready to mate. Key words: Goat PE, Traditional Food, Feeding Nutrient, Economic Value
Kata Kunci : Kambing PE, Pakan Tradisional, Nutrien Pakan, Nilai Ekonomis