Laporkan Masalah

Pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pangan beras di jawa 1990-2000

Siti Rochani, Drs. Tukiran, M.A.

1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkiraan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pangan beras di Jawa tahun 1990-2000. Sumber data pakoic yang digunakan adalah jumlah penduduk rulau Jawa menurut propinsi tahun 1990 sebagai data dasar untuk memperkirakan jumlab total pen-duduk Pulau Jawa pada tahun 1995 dan 2000. Dlsamping itu juga diperlukan beberapa sumber data lain yaitu data tentang luas panen podi di Jawa aerta data tentang pro-duksi padi rata-rata per hektar di Jawa untuk memperkira¬kan jumIah produksi padi (beraa) di Jawa tahun 1990-2000. DaIam penelitlan ini do6unakan tiga pendekatan dalam analials yaitu pendekatan berdasarkan koasep mlnimum Esmara, pendekatan berdasarkan jumlah konsumsi rata-rata per kapita per tahun menurut Weraca Bahan Makanan serta yang ke tiga pendekatan berdasarkan ju•lah konsumsi yang dianjurkan oleh Departemen Kesehatan RI. Dalam pendekatan pertama, konsumsi beras per kapita per tahun penduduk diasumalkan sebesar 125 kilogram per kapita per tahun. Pendekatan yang ke dua jumlah konaumai beras per kapita per tahun untuk tahun 1990, 1995 dan tahun 2000 diasumaikan masing-maaing sebesar 159,63 ki-logram, 176,42 kilogram dan 194,97 kilogram. Pada pen- dekatan ke tiga yang didasarkan pada jumlah konsumsi yang dianjurkan oleh Departemen Kesehatan RI, diasumalkan bahwa jumlah kanaumsi yang dianjurkan adalah 1900 kalari per kapita per hari atau apabila disetarakan deagan beras adalah 192,64 kilogram beras per kapita per tahun, baik untuk tahun 1990, 1995 maupun tahun 2000. Apabila dalam analisis digunakan pendekatan ber-daBarkan konsep minimum Esmara, dimana jumlah konsumal per kapita penduduk per tahun diasumsikan sebesar 125 kilogram beras, maka hingga tahun 2000 Pulau Jawa masih tetap mampu mempertahankan swasembada beras. Dengan meng- gunakan pendekatan ini, semua propinsi di Jawa (kecuali DKI Jakarta) mampu memenuhi kebutUhan pangan beras pen- duduknya dari hasil produksi beras sendiri tanpa harus mendatangkan dari daerahipropinsi lain, bahkan masih mem-punyai surplus produksi yang cukup besar. apabila pendelaltan yang digunakan jumlah kansumsi beras rata-rata per kapita per tahun menurut Neraca Bahan Makanan, maka hingga tahun 2000 Pulau Jawa dalkm memenuhi kebutuhan pungan beras penduduknya harua mendatangkan be-ras dari daerah lain. Apabila pendekatan yan6 digunakan jumlah konsumsi yang dianjurkan oleh Departemen Kesehatan RI, maka pada tahun 2000 Propinsi Jawa yang mampu mempertahankan swa-sembada beras adalah Propinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, apabila produks i beras per hektar dapat di-tingkatkan sasuai dengan asumsi T (Tinggi).

-

Kata Kunci : Perkembangan penduduk;Pertumbuhan penduduk,DKI Jakarta,Jawa Barat,Jawa Tengah,DIY,Jawa Timur

  1. S1-1991-2483-Siti_Rochani-abstract.pdf  
  2. S1-1991-2483-Siti_Rochani-bibliography.pdf  
  3. S1-1991-2483-Siti_Rochani-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1991-2483-Siti_Rochani-title.pdf