Penyebaran curah hujan di propinsi Jawa Timur dalam kaitannya dengan faktor-faktor yang mempengaruhi
Sigit Suryadi, Drs. Suyono, M.S.
1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPropinsi Jawa Timur dibagi menjadi 3 zone, yaitu Zone Plato, Zone Gunungapi dan Zone Lipatan dengan masing-masing zone mempunyai bentuk topografi yang berbeda-beda. Dilihat dari elevasinya saja, Zone Gunungapi mempunyai elevasi rata-rata lebih tinggi dibanding dengan kedua zone lainnya. Belum lagi dengan keberadaannya terhadap laut, kondisi hutan, letak lintang dan sebagainya, menyebabkan Propinsi timur mempunyai iklim dengan curah hujan yang bervariasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebaran, pengelompokan dan kecenderungan curah hujan di Propinsi Jawa Timur. Disamping itu juga untuk mengetahui seberapa besar peranan beberapa faktor pengaruh terhadap besarnya curah hujan, baik faktor fisik maupun faktor meteorologi. Hasil penelitian mengenai penyebaran curah hujan di Propinsi Jawa Timur dapat diketahui melalui pembacaan peta-peta, baik itu peta isohyet tahunan, peta bargraph bulanan maupun peta kelompok curah hujan. Secara umum hasil penelitian menunjukkan pengelompokan curah hujan mengikuti pembagian zone yang ada, yaitu membujur dari arah barat ke timur. Pada Zone Gunungapi mempunyai kelompok curah hujan dengan rata-rata paling tinggi (2221 mm/tahun), kemudian Zone PLato (2046 mm/tahun) dan terendah pada Zone Lipatan (1748 mm/tahun). Curah hujan di pantai utara ternyata lebih kecil dari pantai selatan, yaitu kurang dari 1500 mm/tahun. Sedangkan curah hujan di pantai selatan sekitar 1500-2000 mm/tahun. Untuk curah hujan tahunan tidak mempunyai pola kecenderungan yang jelas. Ayunan yang terjadi selama 14 tahun merupakan gerakan sikli, yaitu ayunan sekitar trend untuk beberapa tahun
-
Kata Kunci : Curah hujan,Hidrologi,