Laporkan Masalah

Karakteristik sosial ekonomi pekerja industri rumah tangga gula kelapa di desa Karangtengah Imogiri Bantul

Siti Munawaroh, Drs. Sudarsono KM, S.U.

1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian dilakukan di desa Karangtengah, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta yang bertujuan untuk mengetahui jumlah penggunaan pekerja, ciri-ciri demografis, sosial ekonomi dan kegiatan industri rumah tangga gula kelapa dengan besarnya sumbangan industri gula kelapa terhadap pendapatan keluarga. Metode adalah dalam penelitian ini yang dipergunakan metode sensus (lengkap) yaitu seluruh industri rumah tangga gula kelapa yang ada di daerah penelitian sebanyak 99 kepala keluarga dan yang akan dijadikan responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan cara bebas. Data dianalisa dengan tabulasi frekwensi dan tabulasi silang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa meliputi (19,3 persen) pekerja berusia 10 24 tahun, 62,3 persen peker- ja berusia 25 -54 tahun sedang usia yang tertua pekerja industri rumah tangga gula kelapa yang berada di daerah penelitian adalah berusia 65 tahun lebih (8,3 persen), 10,1 persen berusia 55 64. tahun. Dengan demikian tidak menjadi soal untuk memasuki pekerjaan tersebut. Kebanyakan pekerja industri rumah tangga gula kelapa telah berkeluarga (69,3 persen), sedang 18,4 persen belum kawin dan 12,3 persen berstatus janda/duda. Responden pekeraja industri rumah tangga gula kelapa yang mempunyai beban tanggungan kelularga 13 orang sebesar 26,3 persen dan 4 6 lebih sebesar 73,7 persen dengan rata besar tanggungan keluarga mencapai 4,3 orang. Tingkat pendidikan pekerja industri rumah tangga gula kelapa meliputi 42,1 persen berpendidikan tidak sekolah dan tidak tamat Sekolah Dasar, sedang 30,7 persen berpendidikan tamat Sekolah Dasar dan tidak tamat Tingkat Lanjutan Pertama, 19,7 persen berpendidikan tamat Sekolah Lanjutan Pertama dan tidak tamat Lanjutan Atas, dan yang tertinggi tingkat pendidikannya adalah sebesar 7,5 persen Tingkat Lanjutan Atas. Penggunaan tenaga kerja, pekerja industri rumah tangga gula kelapa berjumlah 228 orang diantaranya pekerja laki-laki (56,57 persen), dan 99 orang pekerja perempuan (43,42 persen). Responden yang bekerja kurang dari 25 jam kerja meliputi 36,4 persen, dan 25 34 jam kerja seminggu 45.5 persen. Bagi yang bekerja lebih dari 35 jam kerja seminggu sebesar 18,1 persen, rata-rata per hari. penggunaan jam kerja mencapai 4,3 jam kerja Untuk rata-rata pendapatan menurut jam kerja lebih dari 35 jam kerja sebesar Rp 16.403,00, 25 34 jam kerja Rp. 12.433,00, sedang kurang dari 25 jam kerja seminggu pendapatan Rp. 11.278,00. Pemasaran yang dilakukan oleh pekerja industri rumah tangga gula kelapa adalah sistem eceran sebesar 66,7 persen sedang rata-rata pendapatan menurut sistem tersebut Rp. 14.053,00 dan 33,3 persen dengan mempergunakan sistem ijon dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 10.557,00. Keuntungan yang diperoleh dari sistem langsung menerima uang, dapat untuk kebutuhan sehari-hari dan harga lebih tinggi dari pada sistem ijon. Pendapatan usaha pekerja industri rumah tangga gula kelapa kurang dari Rp. 5.000,00 sebesar 25,2 persen, 45,5 persen berpendapatan 15.000,00 Rp. 10.000,00 hingga seminggu serta sebesar 29,3 persen pekerja berpendapatan Rp. 12.848,00. Pengeluaran usaha industri rumah tangga gula kelapa rata-rata dan mempunyai rata-rata sebesar Rp. 13.775,00 seminggu baik untuk keperluan industri maupun kebutuhan pokok sehari-hari.

-

Kata Kunci : Industri rumah tangga gula kelapa,Industri rumahtangga,Imogiri,Bantul,DIY

  1. S1-1991-2359-Siti_Munawaroh-abstract.PDF  
  2. S1-1991-2359-Siti_Munawaroh-bibliography.PDF  
  3. S1-1991-2359-Siti_Munawaroh-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1991-2359-Siti_Munawaroh-title.PDF