Laporkan Masalah

Hubungan antara pemaafan dan kepuasan perkawinan pada dokter residen di Rumah Sakit Umum DR. Sardjito

TEUKU MUHAMMAD IQBAL MUTTAQIEN, Dr. dr. Ronny Tri Wirasto, Sp.KJ ; Dr. dr. Carla R. Marchira, Sp. KJ (K)

2024 | Tesis-Spesialis | S2 Psikiatri

Latar belakang: Perkawinan merupakan salah satu hubungan yang paling langgeng antara seorang lelaki dan seorang perempuan, namun tidak lepas dari konflik-konflik di dalamnya. Perkawinan yang kokoh, memberi pasangan rasa makna dalam hidup dan juga memberikan manfaat bagi mereka sebagai faktor pelindung terhadap stres kehidupan. Pendidikan residensi merupakan masa transisi yang penuh tekanan bagi dokter. Mereka menghadapi perubahan besar dari sekolah kedokteran, harus menghadapi beban kerja yang berat, jam kerja yang panjang serta tanggung jawab yang semakin besar. Prevalensi depresi pada dokter mencapai 43,2%. Faktor risikonya meliputi ciri-ciri kepribadian neurotik, kurang tidur, persepsi stres terkait pekerjaan, dan peristiwa kehidupan negatif seperti perceraian. Perceraian dokter di Amerika mencapai 24,3% sedangkan kasus perceraian di Indonesia secara umum mengalami peningkatan 53,50%. Pemaafan memegang kunci untuk memahami bagaimana individu dapat mempertahankan hubungan interpersonal yang baik ketika kesalahan telah terjadi di antara pasangan.


Tujuan penelitian: menganalisis hubungan antara pemaafan dan kepuasan perkawinan pada dokter residen di RSUP dr. Sardjito.


Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 99 dokter residen RSUP Dr. sardjito. Pemaafan pada dokter residen diukur dengan Transgression-Related  Interpersonal Motivations Scale ( TRIM-18) dan kepuasan perkawinan dengan ENRICH Marital Satisfaction Scale. Analisis data menggunakan Uji Chi square, koefisien kontigensi dan regresi logistik.


Hasil: Terdapat hubungan antara pemaafan (p=0,000, C=0,347) dan pendapatan (p=0,035, C=0,213) yang memengaruhi kepuasan perkawinan di RSUP Dr. Sardjito.


Kesimpulan: terdapat hubungan antara pemaafan dengan kepuasan perkawinan pada dokter residen di RSUP Dr. Sardjito.


Background: Marriage is a lasting relationship between a man and a woman, but conflicts are common. A strong marriage gives couples purpose in life and helps them cope with life stress. Residency education is a stressful time for physicians, involving heavy workloads, long hours, and increasing responsibilities. The prevalence of depression among doctors is 43.2%, with risk factors including personality traits, lack of sleep, work-related stress, and divorce. In America, the divorce rate among doctors is 24.3%, while in Indonesia, divorce cases have increased by 53.50%. Forgiveness is key to maintaining healthy relationships even after mistakes have occurred between partners.

Research Objective: To analyze the relationship between forgiveness and marital satisfaction among resident doctors at RSUP Dr. Sardjito.

Method: This research is an observational analytical study with a cross-sectional approach involving 99 resident doctors at RSUP Dr. Sardjito. Forgiveness in resident doctors was measured using the Transgression-Related Interpersonal Motivations Scale (TRIM-18), and marital satisfaction was measured using the ENRICH Marital Satisfaction Scale. Data analysis involved the use of the Chi-square test, contingency coefficient, and logistic regression.

Results: The study found a relationship between forgiveness (p=0.000, C=0.347) and income (p=0.035, C=0.213) that influences marital satisfaction at RSUP Dr. Sardjito.

Conclusion: There is a relationship between forgiveness and marital satisfaction among resident doctors at RSUP Dr. Sardjito.

Kata Kunci : Pemaafan, Kepuasan perkawinan, Dokter residen

  1. SPESIALIS-2024-453484-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2024-453484-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2024-453484-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2024-453484-title.pdf