Assesing ASEAN'S Approach on Maritime Security in Relation to the Nexus of Blue Economics and Climate Change: Problems and Challenges
MARSHA PHOEBE, Dr. Dafri Agussalim, M.A
2024 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional
Keamanan maritim adalah isu yang bersifat lintas batas dan multisektoral dimana ASEAN memainkan peran integral dalam membangun arsitektur maritim di kawasan. Namun, pendekatan yang diterapkan ASEAN masih ambigu, karena tidak adanya definisi yang jelas mengenai keamanan maritim dan kebijakan yang terkotak-kotak tersebar di Komunitasnya. Menggarisbawahi hubungan antara keamanan maritim, ekonomi biru, dan perubahan iklim semakin mengaburkan isu-isu apa yang termasuk dalam agenda keamanan maritim ASEAN. Dengan menggunakan teori penelusuran proses dan sekuritisasi, tesis ini menelusuri sekuritisasi isu maritim dalam Komunitas ASEAN untuk memahami mengapa ada ambiguitas. ASEAN mengkompartementalisasi isu sebagai strategi memajukan agenda maritim dengan mengelompokkan isu-isu paling sensitif dan teknis dalam Komunitas Keamanan Politik ASEAN, ekonomi biru dalam Komunitas Ekonomi ASEAN, dan perlindungan lingkungan laut dalam Komunitas Sosial Budaya ASEAN. Kompartmentalisasi ini memungkinkan ASEAN untuk menggunakan isu-isu maritim kontemporer sebagai landasan konsensus mengenai masalah-masalah maritim yang lebih sensitif. Oleh karena itu, keamanan maritim di ASEAN sengaja digunakan sebagai istilah umum, dengan mengorbankan kebijakan yang berpotensi tumpang tindih dan sekuritisasi isu-isu keamanan maritim yang meningkat pesat.
Maritime security is a transboundary and multisectoral issue, and ASEAN plays an integral role in constructing the region’s maritime architecture. However, ASEAN’s approach has been dubious, with no clear definitions of maritime security and compartmentalized policies spread out in its Community pillars. Underlining the nexus between maritime security, blue economics, and climate change further obscures issues under ASEAN's maritime security agenda. Using process-tracing and securitization theory, this thesis traces the securitization of maritime issues in ASEAN's Community pillars to understand why ambiguities exist. Notably, ASEAN uses compartmentalization to forward maritime agenda by segmenting the most sensitive and technical issues in the ASEAN Political-Security Community, blue economics in the ASEAN Economic Community, and marine environmental protection in the ASEAN Socio-Cultural Community. This compartmentalization allows ASEAN to use contemporary maritime issues as building blocks for consensus over more sensitive maritime matters. Hence, maritime security in ASEAN is intentionally used as an umbrella term at the expense of obscure terminologies, potentially overlapping policies, and rapidly increasing securitized maritime issues.
Kata Kunci : maritime security, blue economics, climate change, ASEAN, nexus, maritime cooperation, Southeast Asia