Sebuah deskripsi mobilitas ulang alik di pedukuhan Marangan dan Majasem desa Bokoharjo kecamatan Prambanan
Setiadi, Drs. Ida Bagoes Mantra
1985 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANKegiatan pembangunan yang menyangkut aspek manusia dan aspek alam pada hakekatnya adalah kehendak manusia di dalam mengejar kepuasan. Kepuasan yang silih berganti tiada putusnya selalu membawa warna perubahan baik untuk diri sendiri maupun lingkungan. Dalam proses pembangunan di satu pihak penduduk sebagai sumber tenaga kerja dan di satu pihak alam merupakan sumber penyedia material merupakan dua aspek yang tidak dapat di pisahkan satu dengan yang lainnya. Secara alami bahwa sumber-sumber di atas tadi antara satu dengan daerah lainnya jelas potensinya pasti tidak sama. Adanya perbedaan potensi antara daerah satu dengan lainnya akan menimbulkan pergerakan-pergerakan (mobilitas) yang dilakukan oleh sebagian penduduk di dalam mengejar, mengisi dan melaksanakan pembangunan. Demikian halnya dengan keadaan di daerah Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman merupakan daerah pertanian dengan luas lahan pertanian yang sempit. Sebagian besar dari penduduknya umumnya bekerja di sektor pertanian dengan luas lahan garapan yang tidak memadai dan layak. Di samping itu kepadatan penduduk desa Bokoharjo cukup tinggi yaitu sebesar +1470 jiwa per kilometer persegi merupakan masalah kependudukan yang sangat erat relevansinya dengan kesempatan kerja di sektor pertanian. Masalah lain yang tidak kalah penting yang ba- nyak dijumpai di daerah pedesaan dengan jumlah angkatan kerja yang semakin meningkat. Dengan semakin sulitnya harapan yang diperoleh di sektor pertanian maupun sektor informal lainnya, maka banyak penduduk yang melakukan mobilitas ulang alik. Dari kenyataan di atas selanjutnya dalam penelitian ini ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi orang-orang melakukan mobilitas ulang alik di pedukuhan Marangan dan Majasem desa Bokoharjo. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling, Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang melakukan mobilitas ulang alik untuk dua pedukuhan tersebut berjumlah 105 orang. Ternyata dari 105 orang responden 92,4 persen (97 orang) memiliki luas tanah garapan di Bawah 0,5 hektar. Faktor perangsang juga berpengaruh terutama adanya rangsangan upah yang relatif lebih tinggi daripada di daerah asal serta fasilitas prasarana dan sarana transportasi yang baik. Di samping itu faktor penarik di daerah asal terutama adalah adanya sifat kebersamaan/gotong-royong masyarakat di daerah penelitian
-
Kata Kunci : Perpindahan penduduk,Mobilitas Penduduk,Bokoharjo,Sleman,DIY