Laporkan Masalah

Usahatani bawang merah studi komparatif di dua desa wilayah kecamatan Kretek kabupaten Bantul

Sri Suharyati, Dr. A.J. Suhardjo, M.A.

1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian mengenai usahatani bawang merah berangkat dari permasalahan adanya perbedaan sistem pengairan di desa-desa yang memiliki areal tanaman bawang merah di wilayah Kecamatan Kretek. Tujuannya adalah untuk mengetahui karakteristik petani bawang merah, rerata produktivitas bawang merah per musim dan mengetahui besarnya sumbangan pendapatan total rumah tangga, serta untuk mengetahui kelembagaan pemasaran, perkreditan dan hubungan kerja dalam usahatani bawang merah. Metode penelitiannya menggunakan metode survai dan teknik purposive sampling untuk menentukan dua desa sampel, yaitu Desa Parangtritis dan Desa Tirtohargo. Populasinya adalah semua petani yang menanam bawang merah di Desa Parangtritis dan Tirtohargo, sedangkan respondennya adalah kepala rumah tangga yang menanam bawang merah di Desa Parangtritis dan Tirtohargo yang masing-masing desa diambil 50 responden. Analisis data menggunakan analisis distribusi frekuensi untuk analisis satu variabel sedangkan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel digunakan analisis Korelasi Product-Moment dan untuk menguji ada tidaknya perbedaan yang meyakinkan antara dua variabel digunakan teknik uji t. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar petani bawang merah mengelompok pada usia produktif yakni sebesar 94 persen di Desa Parangtritis dan 96 persen di Tirtohargo. Petani bawang merah di dua desa penelitian sebagian besar juga berasal dari golongan rumah tangga kaya yakni sebesar 62 persen di Desa Parangtritis dan 78 persen di Desa Tirtohargo. Ada hubungan positif antara pendapatan total rumah tangga dengan luas lahan garapan untuk usahatani bawang merah, hal ini terlihat dari nilai r yang besarnya 0,2927 di Desa Parangtritis dan 0,7866 di Desa Tirtohargo. Adapun mengenai rerata produktivitas bawang merah lebih besar di Desa Tirtohargo dibandingkan dengan Desa Parangtritis, baik pada musim kemarau akhir musim hujan maupun selama setahun. Perbedaan ini cukup meyakinkan pada taraf signifikansi 5 persen, dan hal ini terlihat dari nilai t yang besarnya 5,43 pada musim kemarau, 4,73 pada akhir musim hujan dan 6,18 untuk musim tanam satu tahun. Di Desa Parangtritis pendapatan dari usahatani bawang merah hanya menyumbang 22,9 persen terhadap pendapatan total rumah tangganya, sedangkan di Desa Tirtohargo menyumbang separo yakni 47,2 persen. Baik di Desa Parangtritis maupun Tirtohargo sebagian besar responden mempunyai jenis produksi bawang merah basah protolan yaitu sebesar 94 persen dan 74 persen, penjualannya sebagian besar (84 persen) melalui pedagang perantara dalam desa untuk Desa Parangtritis dan untuk Desa Tirtohargo sebagian besar (52 persen) melalui pedagang

-

Kata Kunci : Usaha tani bawang merah,Petani Bawang Merah,Pendapatan Rumahtangga,Kretek,Bantul,DIY

  1. S1-1991-2776-Sri_Suharyati-abstract.pdf  
  2. S1-1991-2776-Sri_Suharyati-bibliography.pdf  
  3. S1-1991-2776-Sri_Suharyati-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1991-2776-Sri_Suharyati-title.pdf