Pemakaian Obat dan Alat Kontrasepsi Di Kabupaten Bandung Propinsi Bali
I Made Wartana, Drs. M. Sidky, Apt.; Drs. A. Karim Zulkarnain, Apt.
1991 | Skripsi | S1 FARMASI? Telah dilakukan penelitian dengan cara observasi dan kuisioner terhadap klinik-klinik Keluarga Berencana, apotik-apotik dokter, bidan serta pasien atau akseptor KB, tentang pemakaian, obat dan alat kontrasepsi di Kabupaten Badung (Bali). Data yang diperoleh diolah dengan teknik stastik product moment, regresi dan deskriptif Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: IUD merupakan alat dan obat kontrasepsi yang paling banyak pemakainya oleh akseptor Kabupaten Badung (60%), kemudian, disusul Pil (11%), Injeksi (9%), Sterilisasi Prin & Wanita (8%), Kondom (5%), Pantangan Berkala (Kalender) (3%), Susuk KB (3%), Tablet, Pasta, Tissue Anti Hamil (1%). Ternyata pemakaian obat dan alat kontrasepsi dipengaruhi oleh pendidikan (r= 0,968) dan pekerjaan (r= 0,855). Hampir semua obat dan alat kontrasepsi menimbulkan efek samping yang tidak dikehendaki, namun pada pemakaian dengan kondisi akseptor sangat kecil bahkan yang cocok tidak ada efek sampingan yang ditimbulkan.
Kata Kunci : Alat Kontrasepsi, Bali, Kab. Bandung, Obat,