Hubungan Antara Kadar Tween 80 di Atas Critical Micelle Concentration dengan Ketersediaan Hayati Sulfamerazina pada Tikus Putih Jantan
Angraini Melyandri, Drs. Riswaka Sudjaswadi, Apt., SU
1992 | Skripsi | S1 FARMASITelah dilakukan penelitian ketersediaan hayati sediaan suspensi Sulfamerazina pada tikus putih jantan dengan menggunakan Tween 80 pada kadar 0%, 1%, 3% dan 10% yang diberikan per oral. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan data pendukung asumsi terjadinya interaksi kompleks obat surfaktan dan atau perubahan integrasi/permeabilitas membran akibat penambahan Tween 80 pada kadar yang jauh lebih besar dari pada CMC. Penetapan kadar Sulfamerazina dalam darah spektrofotometri menurut metode Bratton Marshall. Data yang diperoleh diungkapkan dalam bentuk kurva hubungan antara kadar obat dalam darah (mg%) dengan waktu pengambilan darah (jam). Kemudian diungkapkan pula harga AUC (luas daerah di bawah kurva), tmax (waktu untuk mencapai kadar maksimum) dan Cmax (kadar obat maksimum dalam darah). Selanjutnya dilakukan analisis variansi satu jalan yang diikuti dengan uji non-orthogonal contrast. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tween 80 kadar 1% mampu menaikkan kadar Sulfamerazina dalam darah. Sedangkan Tween 80 kadar 3% dan 10% menunjukkan penurunan kadar Sulfame razina dalam darah. Data AUC yang diperoleh juga menunjukkan bahwa penggunaan Tween 80 1% memberikan hasil yang optimal. Dengan demikian, ketersediaan hayati dapat ditingkatkan dengan penggunaan Tween 80 kadar 1%.
Kata Kunci : Critical micelle; Hayati; Sulfamerazina; Tikus Putih Jantan; Tween 80