Deteksi Fraksi Etilasetat Sari Metanol Rebung Bambu Kuning ( Bambusa vulgaris Schrad ) Serta Uji Daya Antihepatotoksik Terhadap Pemberian Karbon Tetraklorida Pada Mencit Jantan
Johanes Seno Tjahjadi, Drs. Wahyono, SU, Apt.
1992 | Skripsi | S1 FARMASITelah dilakukan penelitian tentang efek antihepatotoksik fraksi etilasetat sari metanol rebung bambu kuning (Bambusa vulgaris Schrad) pada mencit jantan serta uji kualitatif kandungan fraksi tersebut. Penelitian dilakukan dengan mengikuti rancangan acak lengkap pola searah menggunakan duapuluh lima ekor mencit dibagi menjadi lima kelompok, masing-masing kelompok terdiri atas lima ekor mencit. Kelomok I, kontrol negatif dengan perlakuan air suling. Kelompok II, kontrol positip CC1 5% 1,25 ml/kg BB per oral. Kelompok III, IV, dan V diberi fraksi etilasetat sari metanol rebung bambu kuning dengan dosis berturut-turut 500, 1.000, dan 1.500 mg/kg BB per oral selama tujuh hari berturut-turut. Kemudian diberi CC1 5% 1,25 ml/kg BB per oral. Selanjutnya seluruh kelompok diambil darahnya dan ditetapkan aktivitas GPT plasmanya secara spektrofotometri. Data yang di- peroleh diuji secara statistik dengan metode analisis variansi satu jalan dan dilanjutkan uji Tukey dengan taraf kepercayaan 95 %. Uji kualitatif dilakukan dengan metode KLT mengguna- kan fase diam silika gel GF 254 dan fase gerak benzen etilasetat (55:45),v/v. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etilasetat sari metanol rebung Bambusa vulgaris Schrad dengan dosis 500, 1.000, dan 1.500 mg/kg BB yang diberikan secara per oral mampu menurunkan aktivitas GPT berturut-turut se- besar 2,49 %, 2,18 %, dan 4,55 % terhadap kontrol positif. Namun penurunan tersebut secara statistik tidak bermakna (P > 0,05). Sedangkan uji kualitatif menunjukkan fraksi etilasetat tersebut mengandung satu senyawa fenolik, dua senyawa flavonoid, dan dua senyawa terpenoid. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa fraksi etil asetat sari metanol rebung bambu kuning dengan dosis 500, 1.000, dan 1.500 mg/kg BB per oral tidak mempunyai efek sebagai antihepatotoksik.
Kata Kunci : Bambu Kuning; Fraksi Etilasetat; Karbon Tetraklorida; Rebung; Sari Metanol