Laporkan Masalah

Potret Pengalaman Kerja Buruh Perempuan Usaha Tempat Makan Sektor Informal di Daerah Istimewa Yogyakarta

AJENG SHOLAIKHAH, Suzanna Eddyono, S.Sos., M.Si., M.A., Ph.D.

2024 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Konstruksi sosial telah meletakkan perempuan pada posisi “second sex” sebagai kelompok subordinat di bawah laki-laki. Norma sosial yang berkembang di masyarakat tersebut membuat perempuan mengalami keterbatasan ruang gerak. Ketika seorang perempuan memutuskan untuk bekerja pada ranah publik, sering kali mereka dihadapkan pada kondisi kerentanan. Perempuan dituntut untuk dapat menyeimbangkan beban rumah tangga dan beban pekerjaan. Hal tersebut membuat perempuan lebih memilih bekerja di sektor informal. Salah satu alternatif pekerjaan yang dipilih perempuan, yaitu bekerja sebagai buruh usaha tempat makan. Pekerjaan sebagai buruh usaha tempat makan tidak membutuhkan keterampilan tinggi karena pekerjaan yang dilakukan cenderung sama seperti pekerjaan yang dilakukan di rumah, yaitu memasak, mencuci peralatan dapur, menyajikan makanan, melayani pelanggan, dan menjaga kasir. Namun, di balik kemudahan tersebut pekerjaan sebagai buruh usaha tempat makan yang bergerak di sektor informal cenderung membawa perempuan pada kondisi kerentanan. Buruh perempuan usaha tempat makan tidak memiliki kontrak kerja secara tertulis yang berdampak pada jam kerja yang cenderung panjang, tidak adanya perlindungan sosial, dan pendapatan yang tidak stabil. 

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan analisis tematik. Melalui kerangka decent work (kerja layak) oleh ILO, peneliti mencoba mengelaborasi bagaimana kondisi kelayakan kerja buruh perempuan usaha tempat makan yang bekerja pada sektor informal di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya di Kabupaten Bantul. Selain itu peneliti juga menggunakan analisis pembagian kerja oleh Iris Young untuk melihat kondisi beban ganda yang dialami oleh buruh perempuan usaha tempat makan. Unit analisis dalam penelitian ini, yaitu individu buruh perempuan usaha tempat makan. Pengumpulan data dengan informan dilakukan melalui dua tahap. Pengumpulan data tahap pra penelitian dilakukan pada tanggal 16 Oktober 2023 dan tahap pasca penelitian pada tanggal 9 Desember 2023 hingga 24 Maret 2024. Metode pengumpulan data yang dilakukan melalui 4 cara, yaitu wawancara mendalam pada lima informan buruh perempuan usaha tempat makan, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka terhadap penelitian-penelitian terkait. Hasil temuan di lapangan kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik.

Berdasarkan matriks kerja layak sektor informal yang dibuat oleh peneliti dan hasil analisis tematik, didapatkan hasil yang menunjukkan kerja buruh perempuan usaha tempat makan sektor informal Kabupaten Bantul menghadapi iklim kerja yang tidak menguntungkan. Indikator atas kerja layak tidak tercermin secara keseluruhan dalam kegiatan kerja buruh perempuan usaha tempat makan. Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa sistem pengupahan berdasarkan jam kerja dinilai lebih efektif memberikan kestabilan pendapatan dibandingkan sistem bagi hasil meskipun masih terbilang rendah karena sifat informal dari pekerjaan. Buruh perempuan usaha tempat makan juga menghadapi kerentanan akibat dua peran yang diberikan kepada mereka di rumah tangga dan di tempat kerja.

Social construction has placed women in a subordinate position to men, often referred to as the 'second sex'. Social norms restrict the mobility and opportunities of women, particularly when they enter the public sphere, where they may be exposed to situations of vulnerability. Women are expected to balance the demands of work and household responsibilities, with the result that many prefer employment in the informal sector. An alternative employment option for women is to work as a laborer in the food business. This type of work does not require a high level of skill, as it involves tasks like those performed at home, such as cooking, washing kitchen utensils, serving food, customer service, and cash management. However, working in the informal sector as a food worker can make women vulnerable, despite the convenience. Women food business workers often do not have written employment contracts. This leads to long working hours, lack of social protection, and unstable income.

This research is qualitative research with a case study approach and thematic analysis method. The research aims to explore the conditions of decent work of female food business workers in the informal sector in the Special Region of Yogyakarta, especially in Bantul Regency, through the framework of decent work of the ILO. Furthermore, researcher employ Iris Young’s division of labor analysis to examine the conditions of the double burden experienced by women food business workers. The unit of analysis of this research is individual female food business workers. Data collection for this study was conducted in two phases: pre-research on October 16, 2023, and post-research from December 9, 2023, to March 24, 2024. Data collection was carried out in four techniques, including in-depth interviews with five female food business workers, observation, documentation, and literature review. The findings were analyzed using thematic analysis.

According to the researcher's matrix of decent work in the informal sector and the results of the thematic analysis, women workers in the food business of the informal sector in Bantul Regency are faced with an unfavorable working climate. The work activities of women food business workers do not fully reflect the indicators of decent work. Furthermore, researcher have determined that a wage system based on working hours is more effective in providing income stability than a profit-sharing system. However, this system remains relatively low due to the informal nature of the work. Additionally, women engaged in food business work face vulnerability due to the dual roles assigned to them at home and at work.

Kata Kunci : Kerja Layak, Pekerjaan Sektor Informal, Buruh Perempuan Usaha Tempat Makan

  1. S1-2024-462869-abstract.pdf  
  2. S1-2024-462869-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-462869-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-462869-title.pdf