Pengeluaran rumah tangga di Daerah Istimewa Yogyakarta
Suismi Yulianti, Prof. Drs. Kasto, M.A.
2001 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian tentang Pengeluaran Rumah Tangga Di Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 1999 berlatar belakang kondisi daerah yang heterogen, fertilitas penduduk rendah, dan sosial ekonomi yang berbeda tiap kabupaten/kota Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengeluaran total rumah tangga perkabupaten/kota yang kemudian dikaitkan dengan jumlah anggota rumah tangga dan kualitas rumah yang ditempati. Data yang dipakai guna dianalisis adalah data SUSENAS KOR 1999 untuk D.I.Yogyakarta, merupakan data yang dikumpulkan oleh Biro Pusat Statistik. Analisis yang digunakan tabel silang dengan uji statistik chi square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil dari penelitian menunjukan terdapat pengeluaran total rumah tangga tiap kabupaten/kota yang berbeda. Persentase pengeluaran makanan Kabupaten Kulonprogo paling tinggi dibanding pengeluaran makanan daerah lain sedangkan Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta persentase pengeluaran makanan rendah dibanding pengeluaran totalnya. Semakin kecil proporsi pengeluaran untuk makan, semakin baik kondisi sosial ekonomi rumah tangga tersebut. Pengeluaran non makanan rumah tangga di Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidal menunjukan kecenderungan yang meningkat seiring dengan makin banyaknya jumlah anggota rumah tangga. Jumlah anggota rumah tangga di Kabupaten Kulonprogo, Bantul dan Gunungkidul terbanyak berjumlah 3-4 orang sedangkan Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta lebih banyak rumah tangga berjumlah 12 orang. Rata-rata pengeluaran total rumah tangga secara riil semakin besar bila jumlah anggota rumah tangga semakin banyak. Dalam kaitannya dengan kualitas rumah yang ditempatinya, jumlah rumah yang buruk paling banyak terdapat di Kabupaten Kulonprogo (3,32 persen), sedangkan di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta tidak terdapat rumah yang kualitasnya buruk bahkan lebih dari 67,00 persen berkualitas baik. Kabupaten Bantul dan Gunungkidul lebih banyak rumah dengan kualitas yang sedang. Umumnya semakin baik kualitas rumah semakin besar pengeluaran total rumah tangga. Kesimpulan penelitian, dari proporsi pengeluaran total rumah tangga untuk makan dan non makanan, jumlah anggota rumah tangga, dan kualitas rumah kondisi di Kabupaten Kulon Progo paling memprihatinkan dibanding daerah lainnya, sedangkan Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta kondisinya lebih baik dibanding daerah lain.
-
Kata Kunci : Pengeluaran Rumahtangga,DIY