Laporkan Masalah

Kajian pengaruh program pengembangan industri kerajinan bambu terhadap peningkatan usaha dan pendapatan perajin di desa Sendangtirto dan dan desa Sendangagung wilayah kabupaten Sleman

Suharno, Drs. Rafael Murtomo, M.S.; Drs. Agus Sutanto, M.Sc.

1995 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Program pengembangan industri kerajinan bambu (Inkra bambu) merupakan salah satu langkah nyata dari pemerintah dalam usahanya meningkatkan usaha kecil pedesaan. Kebijak- sanaan ini ditempuh dalam rangka meningkatkan perekonomian golongan ekonomi lemah, terutama para pengusaha dan pera- jin industri kecil. Program pengembangan dilihat sebagai implementasi perencanaan yang merupakan pilihan intervensi untuk memulai dan mengendalikan proses perubahan yang di- kehendaki. Dalam fungsinya program pengembangan terikat pada sifat perencanaan sebagai suatu proses, dimana aspek evaluatif sangat bermanfaat dalam pelaksanaan selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sejauh mana hasil yang telah dicapai oleh program, faktor- faktor yang mempengaruhi pencapaian hasil tersebut dan tanggapan perajin terhadap pelaksanaan program. Hasil - program adalah perubahan sikap dan perilaku perajin dalam menjalankan roda usahanya sehari-hari menuju suatu sistem kerja yang lebih menguntungkan yakni dengan menerapkan hasil pembinaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Lokasi ditentukan secara purposive dan responden ditentukan secara sensus, yakni seluruh peserta pembinaan yang berjumlah 72 orang. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan responden menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan secara statistik menggunakan teknik analisis korelasi regresi berganda. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hasil program pembinaan dalam meningkatkan usaha perajin di kedua desa penelitian masih termasuk rendah. Ini ditunjukkan dengan masih rendahnya jumlah unit-unit usaha yang telah dapat menerapkan hasil pembinaan dalam pekerjaan sehari-sehari. Hasil program yang masih rendah tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. baik yang berkaitan dengan latar belakang sosial-ekonomi perajin maupun yang berkaitan dengan intensitas pembinaan. Faktor-faktor tersebut meliputi rendahnya tingkat pendidikan peserta program, faktor ketenagakerjaan. jenis pekerjaan pokok dan sampingan rumahtangga serta intensitas mengikuti pembinaan oleh setiap peserta

-

Kata Kunci : Industri kerajinan, Kerajinan bambu,Industri sekunder,pendapatan perajin,Peningkatan Usaha,Berbah,Sleman,DIY

  1. S1-1995-03072-Suharno-abstract.pdf  
  2. S1-1995-03072-Suharno-bibliography.pdf  
  3. S1-1995-03072-Suharno-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1995-03072-Suharno-title.pdf