Keadaan sosial ekonomi angkatan kerja wanita usia muda buruh industri, studi kasus di desa Getas Pejaten, kecamatan Jati, kabupaten Kudus
Sukari, Drs. Kasto, M.A.
1986 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANProporsi tenaga kerja yang terserap di sektor pertanian dari tahun ke tahun semakin menurun, karena luas tanah pertanian tidak bertambah, sedangkan jumlah penduduk terus bertambah. Akibatnya angkatan kerja yang bekerja di sektor pertanian makin sedikit dan beralih ke luar sektor pertanian. Keadaan seperti ini yang dihadapi di daerah penelitian. Adanya sarana kegiatan ekonomi yang memadai, seperti perusahaan/industri rokok, tekstil, pasar, terminal dan lainnya, memungkinkan angkatan kerja bekerja di luar sektor pertanian. Terutama pada industri banyak menyerap tenaga kerja, sehingga angkatan kerja usia muda sudah bekerja sebagai buruh industri dan tenaga kerjanya hanyak yang wanita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik angkatan kerja wanita usia muda buruh industri yang meliputi; umur, pendidikan, jam kerja dan industri tempat bekerja serta penggunaan penghasilannya. Di samping itu dilihat pula latar belakang sosial ekonomi keluarga yang didekati dengan pendidikan, jenis pekerjaan, Jam kerja, penghasilan, keadaan sosial ekonomi dan jumlah tanggungan. Dalam penelitian ini daerah dipilih sebagai studi kasus. Untuk responden diambil secara berimbang sederhana (simple random sampling) yang terdiri dari angkatan kerja kerja wanita usia muda (10-24 tahun) buruh industri dengan status belum kawin sebanyak 150 responden dan kepala keluarga dari angkatan kerja sebanyak 120 responden (KK). Selanjutnya data di analisa dengan menggunakan tabulasi frekuensi dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan sosial ekonomi keluarga di daerah penelitian rendah. Hal ini dapat dilihat pendidikan kepala keluarga sebanyak 64,1 persen hanya mencapai sekolah dasar dan bahkan 30 persen tidak pernah sekolah. Jenis pekerjaannya 40,6 persen sebagai buruh industri dan jam kerja per minggu rata-rata 42 jam. Penghasilan kepala keluarga rendah yaitu penghasilan per minggu rata-rata 5.000,- kurang 10.000,-. Berdasarkan skore pemilikan barang ternyata status sosial ekonomi juga rendah yaitu sebanyak 73,4 persen. Keadaan sosial yang rendah dengan jumlah tanggungan keluarga yang besar mengakibatkan makin berat beban tanggungan kepala keluarga. Maka bagi angkatan kerja dan bekerja untuk membantu memberikan sumbangan penghasilan ter- hadap penghasilan keluarga. Karakteristik angkatan kerja wanita usia muda buruh industri menunjukkan bahwa usianya rata-rata 19 tahun dan paling banyak pada usia 15-19 tahun sebanyak 60,7 persen. Sedangkan usia mulai bekerja rata-rata usia 15 tahun. Lebil awal memasuki angkatan kerja karena dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang rendah ( 92 persen hanya pada sekolah dasar) dan anak pertama dalam keluarga. Industri tempat bekerja paling banyak pada perusahaan rokok (64 persen) dengan jam kerja rata-rata 42 jam per minggu. Penghasilan angkatan kerja wanita usia muda buruh industri ternyata cukup tinggi ( 6.000,- lebih) sebanyak 50,6 persen, Adapun penggunaan dari penghasilannya sebanyak 80 persen menyatakan menyumbang sebagian/seluruhnya untuk membantu kebutuhan keluarga. Besarnya sumbangan penghasilan sebanyak 44 responden (36,7 persen) menyumbang untuk membantu kebutuhan keluarga sebesar 50 persen lebih.
-
Kata Kunci : Angkatan kerja,Tenaga Kerja,Jati,Kudus,Jawa Tengah,Ekonomi Keluarga