Laporkan Masalah

Penggunaan foto udara pankromatik untuk studi kemampuan lahan di kecamatan Matesih kabupaten Karanganyar

Suranto, Drs. Totok Gunawan

1982 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana kemampuan foto udara pankromatik hitam putih skala 1: 15.000 untuk studi kemampuan lahan. Dengan studi kemampuan lahan melalui foto udara, maka diharapkan akan dapat mempercepat pelaksanaan kerja tanpa mengurangi ketelitian hasil. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan lahan terdiri dari: kedalaman efektif tanah, tekstur tanah, drainase tanah, kesuburan tanah, penggenangan, kemiringan lereng, pH tanah, dan erosi. Di dalan penelitian klas faktor kemampuan lahan, digunakan sistem Soepraptohardjo yaitu dengan "skoring". Faktor yang menguntungkan terdiri dari: kedalaman efektif tanah, tekstur tanah, drainase tanah, kesuburan tanah, dan pH tanah diberi nilai positif, sedangkan faktor penghambat yang bersifat merugikan terdiri dari: kemiringan lereng, erosi tanah, dan penggenangan diberi nilai negetif. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode interpretasi foto udara, dilengkapi dengan pengukuran lapangan serta data sekunder. Interpretasi foto udara dilakukan terhadap faktor-faktor kemampuan lahan yang dapat disadap secara langsung lewat foto, sedangkan pengukuran lapangan serta data sekunder dilaku- kan terhadap faktor-faktor kemampuan lahan yang tidak dapat disadap sukar disadap lewat foto, dan disamping itu juga dimaksudkan untuk mengukur nilai secara kuantitatif dari masing-masing faktor. Penentuan letak titik-titik sampel ditentukan melalui foto udara yang didasarkan pada unit unit lahan, sedangkan sampel yang diambil berdasarkan "random sampling" yang didasarkan atas homogenitas / heterogenitas data yang menjadi obyek penelitian. Terdapat enam unit lahan di daerah penelitian yaitu terdiri dari dataran aluvial, kipas aluvial, teras sungai, lereng atas, lereng tengah, dan lereng bawah yang mempunyai klas kemampuan lahan berbeda-beda. Klas kemampuan lahan II terdapat pada dataran luvial (da.1) dan dataran aluvial (da.II), klas kemampuan lahan III terdapat pada teras sungai (ts. I) dan lereng bawah (lb.II),klas kemampuan lahan IV terdapat pada ki- pas aluvial (ka.I), kipas aluvial (ka.II), teras sungai (ts.II) dan lereng bawah (1b.I), klas kemampuan lahan V terdapat pada lereng tengah (1t.1), sedangkan klas kemampuan lahan VI terdapat pada lereng atas (la.I), dan lereng atas (1a.II). Faktor-faktor yang dapat / mudah diinterpretasi melalui foto udara terdiri dari: kemiringan lereng (pada semua unit la- han), erosi (pada semua unit lahan), drainase (pada semua unit lahan), penggenangan (pada semua unit lahan ), kedalaman efektif tanah (pada semua unit lahan), dan pH tanah (pada lereng atas dan lereng tengah). Sedangkan faktor-faktor yang tidak dapat sukar diinterpretasi melalui foto udara terdiri dari: kesuburan tanah (pada semua unit lahan), tekstur tanah (pada semua unit lahan), dan pH tanah (pada dataran aluvial, kipas aluvial, teras sungai, lereng bawah)

-

Kata Kunci : Kemampuan lahan,Penggunaan foto udara,Foto Udara Pankromatik Hitam Putih,Matesih,Karanganyar,Jawa Tengah

  1. S1-1982-1849-Suranto-abstract.PDF  
  2. S1-1982-1849-Suranto-bibliography.PDF  
  3. S1-1982-1849-Suranto-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1982-1849-Suranto-title.PDF